Seputar Persalinan

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response


Jikalau anda berencana melahirkan di rumah, bidan akan menyarankan apa saja yang perlu disiapkan.

Apabila berencana melahirkan di rumah sakit atau di rumah bersalin, anda perlu mengetahui seluk beluk fasilitas tersebut beberapa minggu sebelum persalinan dan merencanakan transportasi yang akan digunakan. Sangat dianjurkan untuk menyiapkan terlebih dahulu segala keperluan selama rawat inap di rumah sakit. Berikut ini beberapa saran perlengkapan perlu disiapkan.

Beberapa baju tidur atau baju kasual dengan bukaan depan (bila anda memilih tidak menyusui), sebuah jubah-mandi serta sepasang sandal. Jangan lupa memilih pakaian-pakaian longgar karena selangkang dan perut anda mungkin masih peka.
Beberapa bra untuk menyusui dan breast pad.
Celana dalam katun dan pembalut wanita, termasuk pembalut wanita dengan kapasitas menyerap maksimal secukupnya untuk beberapa hari pertama.
Satu tas kecil perlengkapan kosmetika dan barang-barang lain untuk kenyamanan pribadi.
Obat-obatan yang biasa diminum sebelum masa kehamilan (berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter pribadi anda)

Popok (untuk pulang ke rumah)
Singlet
Baju tidur
Penutup kepala
Selimut dari bahan katun

Beberapa minggu sebelum melahirkan, anda mungkin akan mempunyai banyak pertanyaan mengenai persalinan baik kepada diri sendiri maupun kepada dokter pribadi anda. Ada banyak sekali topik pilihan dalam proses melahirkan.

Pastikan hal-hal berikut ini anda bicarakan bersama dokter pribadi anda:

Persalinan jenis apakah yang anda inginkan? Persalinan vaginal atau operasi cesar (mengeluarkan bayi melalui bedah perut)?
Posisi melahirkan seperti apa yang anda ingin?
Siapa saja dokter yang akan hadir menangani persalinan anda? Berapa banyak wanita bersalin yang akan mereka tangani pada saat yang sama?
Berapa banyak orang yang boleh mengunjungi anda selama dirawat?
Sebelum melahirkan apakah anda bisa mendiskusikan tentang perlu-tidaknya episiotomi (sebuah operasi kecil yang tujuannya untuk memudahkan persalinan)?

Anda barangkali ingin berbagi mengenai obat penawar rasa sakit dan metode penawar sakit yang dipilih. Apakah anda menginginkan penanganan seperlunya atau penanganan maksimal? Anda sebaiknya memberitahukan dokter pribadi anda mengenai prosedur apa yang tidak anda inginkan, baik untuk anda maupun bayi.

Sewaktu mempersiapkan kelahiran perlu sekali mempertimbangkan peran suami anda. Suami biasanya ingin turut berpartisipasi dalam kelahiran anak mereka. Sekalipun suami tidak terlibat dalam proses kelahiran, ia dapat:

Melakukan hal-hal yang mengalihkan perhatian anda selama proses persalinan.
Mengukur waktu kontraksi.
Mengusap-usap punggung anda.
Menjadi titik fokus dan bernapas bersama anda pada saat kontraksi.
Menghibur dan memberi dorongan semangat.
Persalinan dimulai ketika leher rahim (serviks) mulai membuka atau melebar. Uterus berkontraksi dalam jarak waktu teratur, dan perut menjadi keras. Disela-sela kontraksi uterus melemas dan perut melunak.

Waktu kelahiran yang tepat cukup sulit untuk diprediksi. Masa pra-kelahiran disebut “pembukaan”, yaitu saat dimana posisi bayi turun menuju leher rahim. Dalam periode ini, kandung kemih tertekan sehingga frekuensi buang air kecil anda semakin meningkat. Masa pra-kelahiran ini berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Kontraksi yang anda alami selama fase pra-kelahiran dapat menimbulkan dugaan bahwa waktu untuk melahirkan sudah dekat. Hitunglah jarak waktu antara awal satu kontraksi dengan awal kontraksi berikutnya. Kalau frekuensi atau panjangnya tidak teratur, ada kemungkinan anda sedang dalam periode “kelahiran palsu”; jika kontraksi makin sering dan berlangsung lebih dari satu jam, mungkin anda sudah mendekati proses kelahiran. Pada tahap awal melahirkan, kontraksi berlangsung antara 30 sampai 60 detik.

Pada saat cukup bulan untuk melahirkan, anda dapat mengalami hal-hal berikut:

Awal pembukaan leher rahim agar bayi bisa melewatinya dengan mudah. Ketika leher rahim mulai melonggar, akan keluar sebuah gumpalan lendir berdarah yang telah menyumbat leher rahim sepanjang masa hamil.
Pecahnya membran ketuban yang biasanya terjadi pada waktu kontraksi berlangsung. Pecahnya membran menyebabkan air ketuban menyembur keluar tanpa rasa sakit sedikitpun. Membran ini tidak akan pecah sebelum anda betul-betul akan melahirkan, tetapi bila hal tersebut terjadi, segeralah panggil dokter anda.

Baik di rumah ataupun di rumah sakit, dokter akan bertanya tentang kondisi anda, bagaimana kontraksi berlangsung serta apakah air ketuban sudah pecah. Juga akan ditanya apakah sudah buang air besar. Kalau belum, mungkin anda akan menerima enema (pemasukan cairan ke dalam rektum dan kolon) atau diberikan supositoria. Contoh air seni anda akan diambil untuk pemeriksaan kadar protein dan gula.

Selama pemeriksaan, posisi dan detak jantung bayi terus dipantau. Tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh serta seberapa besar leher rahim anda telah membuka juga akan diperiksa. Pemeriksaan vaginal dilakukan secara berkala, demikian juga dengan detak jantung janin.

Pada tahap ini, apabila dokter anda tidak selalu hadir, dia akan terus menerima informasi tentang kemajuan anda dan segera mendapat laporan apabila terjadi permasalahan. Tetapi pada tahap akhir, dokter anda disarankan untuk selalu hadir.

Pada tahap awal persalinan, bayi menurun kearah leher rahim, biasanya kepala bayi berada dibawah. Apabila membran ketuban masih juga belum pecah, mungkin inilah saatnya. Pembukaan leher rahim menyebabkan uterus berkontraksi, yang pada gilirannya mendorong bayi kebawah sehingga leher makin membuka. Begitulah siklusnya berulang-ulang. Pada pembukaan awal, kontraksi terjadi sekali setiap 30 menit.

Setiap kali terjadi kontraksi, anda diharapkan tenang dan jangan mengejan. Mengejan pada fase ini tidak membantu jalannya persalinan.

Lama waktu persalinan bayi pertama rata-rata berlangsung antara 12 sampai 14 jam; persalinan berikut biasanya sekitar 7 jam.

Bila kesehatan anda atau bayi beresiko, persalinan mungkin harus diinduksi/ dimulai oleh dokter. Ada banyak alasan dilakukannya induksi, antara lain:

Membran ketuban pecah sebelum ada tanda-tanda awal persalinan.
Plasenta keluar lebih dahulu sebelum bayi.
Anda seorang penderita diabetes.
Sudah terlambat 2 minggu dari tanggal yang diperkirakan.

Kontraksi akibat induksi mungkin terasa lebih sakit karena mulainya sangat mendadak. Persalinan karena induksi cenderung memerlukan obat penawar rasa sakit.

Jika induksi diperlukan, dokter akan memberitahu waktu anda harus masuk rumah bersalin/sakit.

Pada saat proses persalinan berlanjut, tanda-tanda vital anda (denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah) akan lebih sering diperiksa. Dokter akan terus memantau perubahan posisi bayi, suhu tubuh anda, serta lama dan kekuatan kontraksi. Pada fase ini, kontraksi berlangsung lebih lama.

Lebarnya pembukaan leher rahim akan diukur melalui pemeriksaan vaginal. Setiap kontraksi akan memperlebar bukaan. Bila anda bertanya kepada dokter tentang proses persalinan anda, maka dia akan menjawab bahwa anda dalam tahap pembukaan. Pada saat leher rahim hampir terbuka penuh—selebar 10 cm (sekitar 4 in)—berarti tahap pertama sudah selesai dan anda kini memasuki fase transisi.

Fase transisi mungkin adalah periode yang cukup berat. Anda barangkali merasa tidak dapat bertahan tanpa bantuan penawar rasa sakit. Timbul dorongan yang semakin kuat untuk mengejan, tetapi anda diminta tidak melakukannya sampai dokter yakin bahwa leher rahim telah membuka penuh.

Fase ini hanya berlangsung sekitar satu jam atau kurang.

Biasanya anda tidak akan mendapatkan obat penawar rasa sakit kecuali diminta atau sangat menderita. Anda dapat mengatasi rasa sakit selama proses persalinan melalui relaksasi, pernapasan, serta tehnik-tehnik lain yang bisa dipelajari di kelas ibu hamil.

Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menawarkan rasa sakit adalah epidural block. Epidural, yang diinjeksikan kedalam tuba dan ditempatkan di belakang punggung sangat efektif mengatasi rasa sakit. Akan tetapi, bila dilakukan terlalu awal justru meningkatkan kemungkinan dilakukannya operasi caesar, yaitu mengeluarkan bayi melalui bedah perut daripada persalinan vaginal yang normal.

Anestesi sumsum tulang belakang biasanya tidak dilakukan sampai menjelang kelahiran, kecuali dokter memutuskan perlu melakukan pembedahan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anda mendorong bayi keluar.

Anda dan dokter anda dapat memilih bentuk anestesi lokal lain yang mengatasi rasa sakit tanpa resiko besar melahirkan dengan cara pembedahan. Untuk persalinan itu sendiri, anda dan dokter dapat memilih anestesi lokal yang mampu mengontrol ketidaknyamanan tanpa mempengaruhi kemampuan melahirkan secara alami.

Berkonsultasilah dengan dokter anda tentang cara penanganan rasa sakit selama proses melahirkan.


Sekarang posisi bayi sudah di bawah, masuk ke kanal kelahiran, biasanya dengan kepala di bawah mengarah ke leher rahim yang sudah terbuka. Anda akan merasakan uterus berkontraksi untuk membantu bayi membuka jalan menuju dunia luar. Pada waktu kontraksi terasa, itulah saatnya mengejan. Dengarkanlah desakan hati anda. Menunggu sinyal dari tubuh untuk mengejan akan sangat membantu kelahiran. (Jika anda mendapat epidural untuk mengurangi rasa sakit, desakan hati untuk mengejan akan berkurang.)

Mengejan adalah kerja keras, wajah anda akan memerah dan tubuh basah oleh keringat. Dengan setiap kontraksi dan setiap kali mengejan maka kepala bayi keluar sedikit demi sedikit melalui liang vagina. Kepala bayi mungkin masuk kembali antara setiap kontraksi tetapi segera menyembul kembali. Di tahap ini, kontraksi dapat terjadi setiap 1 sampai 3 menit dengan waktu sela yang pendek untuk “istirahat”.

Munculnya kepala bagian atas secara penuh disebut permahkotaan (crowning). Setelah permahkotaan, kelahiran akan terjadi setelah beberapa kali kontraksi dan mengejan. Bayi lahir dengan kepala lebih dulu terjadi pada 19 dari 20 kelahiran. Siasanya lahir dengan pantat terlebih dulu.

Pada awal persalinan ada rasa yang menusuk atau panas sekali sebagai tanda bahwa bayi sedang melonggarkan jalan di kanal kelahiran. Pada saat anda merasakannya, berhentilah mengejan, tarik napas pendek-pendek dan cepat, dan biarkan kontraksi uterus yang mendorong bayi keluar. Hal ini berlangsung singkat, dan anda akan mengalami mati rasa pada saat kepala bayi melonggarkan liang vagina dan memblokir syaraf-syaraf yang sangat halus disekitarnya.

Staf medis akan memastikan tali pusar tidak melilit leher bayi. Bila diperkirakan jaringan vagina bisa koyak, mereka akan melakukan episiotomi—sayatan untuk menghindarkan koyak. Perlu diketahui bahwa vagina sangat elastis dan mampu merenggang, sehingga pada kelahiran tanpa komplikasi biasanya tidak memerlukan episiotomi.

Bila episiotomi dianggap perlu, anda akan diberikan anestesi lokal lalu area antara vagina dan rektum disayat sedikit agar liang lebih lebar untuk kelahiran. Area ini akan dijahit kembali setelah melahirkan. Para bidan biasanya sudah terlatih melakukan episiotomi.

Kepala bayi akan memutar dari sisi ke sisi untuk memudahkan perjalanannya. Ketika seluruh kepala sudah keluar, leher akan menegak dan kepala memutar untuk menyesuaikan dengan posisi pundaknya. Tubuh bayi akan terus berputar, mula-mula menggerakkan salah satu pundak lalu disusul pundak lainnya sepanjang kanal lahir. Bagian tubuh lainnya menyusul keluar dengan cepat, dan lahirlah sang bayi!

Fetal distress adalah istilah yang dipakai untuk masalah yang dialami bayi. Bayi seharusnya sudah lahir dalam waktu tertentu setelah membran air ketuban pecah. Dokter dapat mengukur tingkat fetal distress dengan cara memantau detak jantungnya. Apabila detakannya tidak segera membaik, dokter tidak akan mengikuti cara persalinan pilihan anda melainkan memilih cara lain yang lebih cepat. Episiotomi, operasi cesar, atau penggunaan forsep (tang jepit) mungkin diperlukan untuk memastikan bayi lahir dengan selamat.

Masalah yang membahayakan ibu dapat terjadi selama persalinan, tetapi dengan adanya fasilitas modern, hal ini sudah cenderung berkurang. Kondisi anda akan terus dipantau selama persalinan untuk mewaspadai munculnya tanda-tanda komplikasi.

Persalinan belum sempurna sebelum plasenta keluar. Biasanya hal ini terjadi antara 5 sampai 45 menit setelah bayi lahir. Dinding uterus berkontraksi beberapa kali untuk melepaskan plasenta. Mungkin timbul rasa sakit tetapi intensitasnya lebih ringan ketimbang kontraksi untuk mendorong bayi keluar. Darah mengalir keluar dari vagina, tali pusar memanjang, uterus dan perut melembung pada saat plasenta keluar dari uterus menuju vagina, dan akhirnya uterus mengencang kembali.

Kirim ke Teman

Pralahir: Turunnya kepala bayi ke arah panggul disebut “pembukaan”. Pembukaan terjadi antara beberapa hari sampai beberapa minggu sebelum kelahiran, tergantung sudah berapa kali melahirkan.

Awal kelahiran: Pada tahap ini, uterus mengalami kontraksi yang tak teratur dengan intensitas sedang sampai keras. Selama kontraksi, kantung ketuban sewaktu-waktu bisa pecah.

Fase transisi: Ketika persalinan berlanjut, leher rahim berdilatasi (bertambah lebar), memudahkan bayi memasuki saluran lahir.

Fase Turun: Pada kelahiran yang normal, kepala keluar lebih dulu. Sebuah episiotomi mungkin diperlukan untuk melebarkan liang vagina.

Kelahiran: Setelah kepala keluar, bayi diputar untuk menuntaskan persalinan.

Tali pusar dipotong untuk memisahkan bayi dari plasenta (sesudah lahir).

Uterus berkontraksi kuat beberapa kali untuk mendorong plasenta keluar. Dokter atau perawat mungkin memijat perut anda untuk mempercepat lepasnya plasenta.

Plasenta keluar dengan tali pusar masih melekat. Dokter atau perawat akan memeriksa apakah plasenta sudah keluar semua.

Advertisements

Masa Kehamilan

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi anda.

Perubahan pertama mulai terlihat pada minggu ke-4 masa kehamilan.
Rasa metal dalam mulut merupakan penanda pertama dan satu-satunya perubahan fisik yang ada.

Pada minggu ke-2, struktur dasar susunan syaraf pusat dalam kandungan mulai terbentuk.

Pada minggu ke-5, sekalipun anda hanya mengalami menstruasi atau bahkan tidak lagi mengalami menstruasi; anda akan merasakan gejala menjelang menstruasi seperti kembung, gerah, dan sakit kepala.
Payudara mulai membesar dan menjadi lebih peka.
Frekuensi buang air kecil bertambah.
Pada minggu 6, vagina dan labia mayor mulai bereaksi terhadap peningkatan aliran darah dengan berubah warna menjadi kebiru-biruan.
Mual dan muntah mulai terjadi.
Pada minggu 7, kadang-kadang anda merasa pusing dan sesak napas.
Benjolan-benjolan kecil mulai muncul di payudara, dan area seputar puting susu berubah warna menjadi lebih tua.
Pada minggu 8, rambut anda mulai sulit ditata.
Cairan vagina yang bening, putih, dan tak berbau mulai merembes keluar.

Minggu 5, embrio dapat dilihat dengan mata telanjang.Minggu 6, jantung berdegup; kepala, dada, serta perut mulai terbentuk.

Minggu 7, terbentuk lekukan-lekukan yang menandai tempat dimana jari tangan dan jari kaki akan tumbuh.

Minggu 8, sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendi-sendi utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan jelas.

Minggu 9, kulit anda mengalami perubahan. Gusi mulai melunak sehingga memerlukan perawatan lebih. Untuk keterangan lebih lanjut, lihat Perubahan Fisik Lainnya.
Kelenjar tiroid/ gondok disisi leher bagian depan membesar.
Minggu 10, ukuran uterus anda sudah sebesar buah grapefruit (buah sejenis jeruk)
Payudara sudah lebih besar dari ukuran bra normal anda.
Minggu 11, rasa mual, muntah dan morning sickness mulai hilang.
Volume darah bertambah banyak, dan anda dapat mengalami mimisan.
Minggu 12, akhir dari trimester pertama, uterus sudah tumbuh lebih tinggi dari tulang panggul dan terasa bila diraba dari luar.

Minggu 9, mulut dan hidung sudah kelihatan; kedua lengan pun tumbuh dengan cepat.Minggu 10, bentuk jari tangan dan jari kaki sudah kelihatan, walaupun satu sama lainnya masih tersambung oleh selaput kulit.

Diakhir minggu 11, semua organ bagian dalam sudah berbentuk dan berfungsi.

Minggu 12, atau akhir trimester pertama— kelopak mata, kuku jari tangan dan kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi mampu mengisap dan menelan.

Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan banyak organ yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin tumbuh dengan cepat, janin masih belum mampu hidup di luar rahim


Pada trimester kedua masa hamil (bulan 4, 5, dan 6), gerakan janin mulai terasa dan kehamilan anda mulai tampak. Janin sudah mulai berbentuk manusia, mempunyai bulu mata dan cenderung menghisap ibu jari tangan.

Morning sickness mulai berkurang, bahkan akan hilang sama sekali di akhir trimester kedua.
Pinggang anda semakin melebar
Rasa mual menyebabkan produksi air ludah anda meningkat
Produksi keringat meningkat
Gerakan janin mulai terasa.

Pada minggu ke-13 atau bulan pertama trimester kedua, bentuk janin telah sempurna. Janin tersebut akan terus membesar sepanjang sisa masa kehamilan.Minggu ke-14, berat janin naik mencapai sekitar 64 g (2 1/4 oz), padahal seminggu yang lalu beratnya masih sekitar 28 g (kira-kira 1 oz). Janin tersebut telah mampu mengepalkan jari-jari tangan. Alat ultrasound telah mendeteksi detak jantung

Minggu ke-16, gerakan janin semakin keras, dan otot-ototnya semakin kuat. Bulu-bulu halus/ lanugo yang menutupi seluruh tubuh dan alis mata mulai kelihatan.

Ulu hati anda akan terasa panas
Kulit dan rambut semakin berubah. Warna kulit wajah anda akan berubah menjadi coklat kekuningan (kloasma). Tahi lalat membesar dan bertambah gelap. Waspadai adanya gejala kanker kulit dengan berkonsultasi dengan dokter pribadi anda.

Pertumbuhan janin semakin pesat.Pada minggu ke-20, panjang janin mencapai kira-kira 25 cm (10 inchi). Gigi dalam rahang mulai terbentuk. Gerakan janin semakin kuat karena otot-ototnya yang semakin menguat.

Gerakan tersebut berupa sundulan-sundulan lemah pada perut anda

Perubahan pada pembuluh darah terlihat jelas. Terdapat jalinan garis ungu membentang di dada dan sepanjang paha. Anda juga dapat mengalami varises dan wasir.
Berat hamil anda telah mencapai kira-kira setengah dari total kenaikan berat kehamilan. Pinggang dan pinggul menebal.
Frekuensi buang air kecil meningkat karena tekanan uterus pada kandung kemih. Kadang ditemui adanya infeksi.
Rabas/ discharge vaginal semakin bertambah. Infeksi jamur juga biasa terjadi. Berkonsultasilah dengan dokter pribadi anda untuk mengatasinya.

Pada minggu ke-24, panjang janin telah mencapai 33 cm (33 inchi). Janin sudah bisa batuk dan tersedak. Janin tampak kurus karena persediaan lemak tubuh belum kelihatan (persediaan ini mulai kelihatan pada minggu ke-28). Pada akhir trimester kedua, paru-paru telah sempurna sehingga janin sudah mampu bernapas diluar kandungan.

Dalam tiga bulan terakhir ini, beberapa penyakit menghilang tetapi penyakit lain dapat bertambah parah. Beberapa masalah muncul disebabkan karena ukuran tubuh anda yang semakin membesar.

Uterus menjadi sangat besar dan keras
Uterus terasa berkontraksi dan terkadang terasa mengencang.
Otot-otot menjadi semakin rileks sebagai persipan melahirkan. Kondisi ini menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin meningkat sekitar 5 menit sekali, bahkan terkadang sampai merembes keluar.
Sesak napas karena paru-paru harus memasok udara untuk anda dan janin
Gerakan anda menjadi kaku dan cenderung kurang terkoordinasi karena berat dan ukuran badan yang bertambah
Nyeri punggung dan sakit kaki menjadi lebih parah
Sulit tidur dan menemukan posisi berbaring yang nyaman. Kegelisahan sebagai calon ibu juga dapat menyebabkan sulit tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan.
Pada bulan terakhir anda akan merasa agak lega. Uterus telah tumbuh meninggi kearah paru-paru sehingga tersedia ruang yang cukup besar bagi janin. Tetapi pada minggu ke-36, uterus semakin membesar sebagai persiapan proses melahirkan. Ruang untuk janin semakin luas dan kepalanya sedikit menunduk, sehingga anda lebih mudah bernapas.
Sekitar minggu ke-40, tubuh anda sudah siap menhadapi proses persalinan.

Pada awal trimester ketiga, janin diperkirakan dapat hidup di luar rahim. Bayi prematur cenderung sulit bernapas dan menjaga panas tubuh. Tetapi dengan bantuan peralatan medis modern, angka harapan hidup masih cukup tinggi. Dalam periode ini, janin tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Janin berubah dari yang sebelumnya berkeriput dan kurus menjadi halus dan gemuk berisi.

Pada minggu ke-32, proporsi tubuh bayi sudah seperti yang anda harapkan. Posisi kepala menunduk menghadap panggul anda dengan berat sekitar 1,6 kg (3,5 lb).

Pada minggu ke-36, janin telah memenuhi uterus dan posisi janin berubah ke posisi kelahiran.

Akhirnya, sekitar minggu 40, bayi anda siap untuk dilahirkan. Setelah lahir, kelopak matanya membuka dan ia telah mampu melihat cahaya. Kuku-kukunya sangat panjang sehingga harus segera dipotong setelah lahir. Berat janin mencapai sekitar 3.4 kg (7 1/2 lb).

Sistem Reproduksi

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Sistem reproduksi ibu memegang peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Anda dapat mengetahui pertumbuhan tersebut dengan menguasai pengetahuan dasar tentang sistem reproduksi.

Kehamilan dimulai pada saat sperma membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi seorang bayi. Sel telur ini tertanam di dalam rongga organ berotot yang dikenal sebagai uterus atau rahim. Selama hamil, uterus membesar dan beratnya mencapai 20 kali lipat dari berat asli.

Bayi yang tumbuh di dalam kandungan disebut janin. Tali kehidupan yang menghubungkan ibu dengan janin adalah plasenta. Pada dasarnya plasenta adalah organ yang dipenuhi darah, satu sisi berhubungan dengan ibu dan sisi lainnnya dengan janin. Plasenta memberi jalan kepada oksigen dan nutrien dari ibu ke janin serta mengalirkan sisa pencernaan dari janin ke ibu untuk dibuang.

Plasenta terhubung dengan janin oleh tali pusar yang terdiri dari 3 pembuluh darah. Dua diantaranya berfungsi mengalirkan darah dari janin ke plasenta untuk dibersihkan; sedangkan pembuluh yang lainnya berfungsi membawa oksigen dan nutrien ke janin.

Bagian vital dari sistem penunjang kehidupan janin adalah air ketuban. Cairan ini memudahkan janin bergerak bebas, membantu menjaga kestabilan suhu tubuh, melindungi janin sebagai bantalan, dan menampung zat-zat sekresi dalam urin janin.

Bersiaplah menghadapi banyaknya perubahan yang terjadi dalam tubuh anda selama masa kehamilan, yaitu:

Pada waktu hamil, payudara akan membesar sehingga anda memerlukan bra berukuran 2 kali lebih besar dari ukuran asli. Payudara akan terasa mengencang, lebih peka, dan terkadang timbul rasa perih atau sakit yang menusuk. Pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit nampak jelas, lebih banyak, dan lebih besar dari biasa. Puting susu dan areola—area seputar puting—juga berubah. Kelenjar-kelenjar kecil sekeliling puting jadi lebih menonjol, menggumpal, dan berubah warna.

Apabila payudara ditekan, puting seperti merembes dan keluar cairan. Cairan seperti susu ini disebut kolostrum.

Selama hamil, uterus membesar dan mampu menahan beban 1000 kali lebih besar dibanding sebelum hamil. Uterus juga bertambah berat karena ukuran serat otot yang turut membesar.

Bila tangan diletakkan diatas uterus, anda dapat merasakan kontraksi ototnya. Kontraksi ini terjadi sekitar 20 menit sekali, sangat pelan dan tidak sakit. Kontraksi membantu pertumbuhan uterus dan memastikan aliran darah ke seluruh bagian uterus.

Pada usia kehamilan akhir, uterus membesar dan menekan pembuluh darah besar di dalam perut pada saat berbaring telentang. Tekanan ini dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga anda merasa pusing atau bahkan pingsan. Untuk menghindarinya, cobalah berbaring miring dan jangan telentang.

Sekitar pertengahan sampai akhir masa kehamilan, uterus dapat mendesak paru-paru. Anda mungkin merasa kurang nyaman dan perlu menarik napas dalam-dalam agar paru-paru mendapat cukup udara. Duduk tegak—sekalipun diatas tempat tidur—akan membantu bernapas lebih mudah.

Pada saat hamil, vagina anda membengkak dan kerutannya menebal. Dinding vagina menjadi lebih licin dan mengeluarkan sedikit cairan. Perubahan-perubahan ini dapat mempermudah jalannya proses kelahiran.

Sekresi karena perubahan kondisi vagina bisa dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap. Berkonsultasilah dengan dokter bila hal ini terjadi. Jangan menyemprotkan air ke dalam vagina untuk mengatasi masalah ini. Sering-seringlah mencuci area genital ini lalu keringkan secara hati-hati. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun untuk kenyamanan anda.

Vitamin D Selama Remaja Mungkin Kurangi Risiko Kanker Payudara

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Data dari studi yang didasarkan pada penduduk mendukung teori bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko serangan kanker pyudara, dan menyarankan bahwa pemberian vitamin D relatif pada usia muda mungkin sangat penting.

Dr Julia A Knight dari Mount Sinai Hospital, Toronto, melaporkan temuan timnya di Washington, Selasa, pada pertemuan tahunan Perhimpunan Peneliti Kanker Amerika.

“Kami menemukan bukti bahwa banyak faktor berkaitan dengan pemberian vitamin D –termasuk dari sinar matahari dan sumber makanan (minyak ikan cod, susu yang diperkuat, beberapa jenis ikan)–memiliki hubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara. Khususnya, kami melihat ini dalam pemberian (vitamin D) selama masa remaja,” kata Knight.

Temuan tersebut didasarkan atas studi yang membandingkan 576 perempuan, dalam usia 20 sampai 59 tahun, dan didiagnosis terserang kanker payudara dan 1.135 perempuan “yang sehat terkendali” dengan usia yang sama.

Ada bukti mengenai pengurangan besar resiko kanker payudara, seperti orang yang bekerja di luar rumah dan jumlah kegiatan di luar rumah pada usia 10 sampai 19 tahun dan 20 sampai 29 tahun.

Konsumsi minyak ikan cod selama 10 tahun atau lebih juga berhubungan dengan pengurangan resiko kanker payudara, demikian juga halnya dengan konsumsi lebih dari sembilan gelas susu per perkan dibandingkan dengan perempuan yang mengkonsumsi kurang dari lima gelas pada usia 20 sampai 29 tahun.

Knight menyimpulkan, “Bukti bertambah bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko kanker payudara, dan apa yang kami lihat sejalan dengan pendapat bahwa apa yang terjadi pada perkembangan kanker payudara pada masa remaja mungkin mempengaruhi resiko kanker payudara pada masa depan.”

Sumber: Media Indonesia Online.

Formalin Sebabkan Gangguan Menstruasi & Infertilitas Wanita

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Masyarakat yang mengkonsumsi makanan mengandung formalin, menurut Dra Erna Suryati Apt MKes dari Dinas Kesehatan DIY, bisa menyebabkan gangguan persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Dan pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.

”Gangguan formalin untuk jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.”
Hal itu dikatakan oleh Erna ketika tampil berbicara pada Workshop tentang formalin, yang diadakan oleh Majalah Agribisnis Peternakan Populer Gallusia Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Selasa (17/1).

Menurut Erna, formalin tidak hanya dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dapat diserap oleh kulit dan dapat juga terhirup melalui pernapasan. Oleh karena itu, kontak langsung dengan bahan tersebut tanpa menelannya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

”Sampai sejauh ini, informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok makan) dapat menyebabkan kematian,” tambahnya.

Dikatakan lebih lanjut, ciri-ciri umum pada beberapam makanan yang diduga mengandung formalin untuk jenis mie basah adalah tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Bau mie agak menyengat yakni bau khas formalin, dan mie basah tersebut tidak lengket serta lebih mengkilap dibanding mie tanpa formalin.

Sedangkan tahu yang mengandung formalin tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu keras namun tidak padat dan bau agak menyengat khas formalin.

Bakso yang mengandung formalin tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar dan memiliki tekstur sangat kenyal. Sedangkan ikan segar berformalin tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, warna ingsang merah tua dan tidak cemerlang, serta bau menyengat khas formalin.

Sementara ikan asin mengandung formalin dengan ciri-ciri tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih cerah namun tidak berbau khas ikan asin.
”Ciri-ciri itu memang hanya bersifat umum, namun setidaknya dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita tentang ciri makanan yang diduga mengandung formalin. Karena kita harus tetap waspada, jangan sampai makanan yang dikonsumsi malah menyebabkan penyakit,” imbuhnya.

Sedangkan contoh untuk bahan pengawet yang umum digunakan pada beberapa jenis makanan adalah benzoat, propionat, nitrit, sorbat, dan juga sulfit.

Oleh karena itu, disarankan oleh Erna perlu sosialisasi penggunaan pengawet makanan yang aman secara terus menerus dan perlu pengawasan beredarnya makanan mengandung formalin oleh instansi terkait secara berkelanjutan.


”Disamping itu juga perlu pengaturan hukum yang tegas untuk mengurangi beredarnya makanan yang mengandung bahan berbahaya di pasaran.” Demikian Dra Erna Suryati Apt MKes.

Sumber: SuaraMerdeka

Vit D Berkaitan Dengan Berat Badan Bayi

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Tidak salah jika selama kehamilan, seorang wanita disarankan untuk banyak mengkonsumsi vitamin D yang bisa didapat dari meminum susu atau suplemen. Studi yang dilakukan oleh tim dari McGill University, Kanada atas 300 wanita hamil menunjukkan konsumsi vitamin D selama kehamilan erat kaitanya dengan berat badan bayi saat dilahirkan.

Karena jika seorang wanita hamil hanya sedikit mengkonsumsi vitamin D maka akan membuat bayi yang dilahirkan juga akan memiliki berat badan yang ringan.

Bagi para periset dari McGill University, seperti yang dipublikasikan melalui `the Canadian Medical Association Journal` menemukan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam perkembangan janin.

Kepada 300 wanita hamil yang dilibatkan dalam penelitian ini, tim memberikan sebuah kuesioner yang harus dijawab.

Pertanyaan berupa diet dan gaya hidup para wanita hamil termasuk berapa banyak susu yang mereka konsumsi dan jumlah suplemen saat mereka menjalani masa kehamilan.

Susu banyak mengandung protein, riboflavins dan kalsium yang merupakan sumber dari vitamin D.

Selain susu, vitamin D bisa didapat secara alami dari pancaran sinar matahari.

Dengan kondisi seperti itu masih banyak orang yang mengalami kekurangan vitamin D dan mereka sulit mendapatkan vitamin D dari sumber makanan sekalipun.

Pada penelitian atas 300 wanita hamil ini, tim periset menemukan fakta bahwa para wanita yang setidaknya mengkonsumsi 250 ml susu setiap harinya memiliki jumlah vitamin D dan protein yang dianggap kurang bila dibandingkan dengan wanita hamil yang mengkonsumsi diatas jumlah 250 ml.

Setiap konsumsi tambahan 250 ml susu setiap harinya, tim mencatat ada kenaikan 41 gram pada berat badan bayi saat dilahirkan.

Jika kurang maka, sang wanita akan melahirkan bayi yang berat badanya kurang.

Konsumsi vitamin D untuk setiap satu mgram akan memiliki kaitan kenaikan berat badan bayi saat dilahirkan sebanyak 11 gram.

Sementara tingkat protein dan kalsium tidak ditemukan kaitanya dengan berat badan bayi.

Dalam paparanya melalui `the Canadian Medical Association Journal` ini para peneliti menyatakan kekuatiranya dengan semakin meningkatnya para wanita yang membatasi konsumsi susu selama kehamilan.

Menurut para peneliti, tindakan para wanita hamil itu tidak bisa disalahkan karena mereka melakukanya dengan sejumlah alasa termasuk untuk membatasi tingkat lactosa dan melindungi bayi dari alergi.

Dengan pertimbangan itulah, tim periset masih menyakini bahwa susu dan vitamin D sanagt penting sebagai nutrisi selama kehamilan termasuk untuk perkembangan sang anak nantinya.

Temuan tim dari McGill University ini mendapatkan dukungan dari Professor Bruce Hollis yang merupakan periset asal `Medical University of South Carolina` (AS).

Pada jurnal yang sama Profesor Bruce Hollis, melihat vitamin D sangat erat kaitanya denagn `neurodevelopment`, fungsi kekebalan dan kemungkinan terjadinya penyakit kronis.

“Penelitian ini sangat penting karena mampu menunjukan keuntungan dari vitamin D,’ ujar Profesor Hollis.

Sebuah penelitian menyebut berat badan yang rendah saat bayi dilahirkan akan berkaitan dengan penyakit diabetes yang akan dialami oleh anak dikemudian hari.

Hubungan konsumsi vitamin D dengan berat badan bayi saat dilahirkan sebelumnya juga pernah disoal hanya saja penelitian sebelumnya menyebut bahwa konsumsi vitamin D selama kehamilan akan membuat anak memiliki kesehatan tulang yang kuat dikemudian hari.


Sumber: JakNews.com

Setiap Jam, 10 Bayi di Indonesia Meninggal

Posted On March 4, 2009

Filed under IPTEK

Comments Dropped leave a response

Setiap jam sepuluh dari sekitar 520 bayi yang lahir di Indonesia meninggal dunia. Hal itu diungkapkan kata Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sukman Tulus Putra di Jakarta, Senin (20/11).

Jumlah itu dihitung berdasarkan angka kematian bayi Indonesia yang saat ini mencapai 36 per 1.000 kelahiran hidup.

“Ini sangat memrihatinkan, dengan kondisi yang ada saat ini kita juga akan sulit mencapai target MDGs (Millenium Development Goals-red) untuk menurunkan angka kematian bayi menjadi dua per tiga dari sebelumnya,” kata Sukman.

Dia menjelaskan tingginya angka kematian bayi antara lain disebabkan oleh masih minimnya akses layanan penanganan kesehatan pada bayi dan anak.

Jumlah dokter anak yang ada di seluruh Indonesia, kata dia, saat ini hanya sekitar 1.800 orang sedangkan jumlah bayi, balita dan anak yang harus ditangani jauh lebih banyak (lebih dari 60 juta-red).

Ia mengatakan bahwa rasio dokter anak di Indonesia besarnya hanya 2,4 per 100 ribu anak, jauh lebih rendah dibanding rasio dokter anak di negara-negara maju yang bisa mencapai 42 per 100 ribu anak.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, guna meningkatkan layanan penanganan masalah kesehatan dan gizi pada bayi dan anak pihaknya memberikan pelatihan kepada dokter-dokter umum yang bertugas di Puskesmas.

Ia menjelaskan dokter umum Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang menjalankan fungsi penyuluhan (promotif), pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif) bagi semua kalangan masyarakat, termasuk bayi dan anak.

Namun demikian tidak semua dokter umum memiliki pengetahuan mendalam tentang penanganan kesehatan pada bayi dan anak.

Pemberian pelatihan tentang penanganan masalah kesehatan dan gizi pada bayi dan anak kepada dokter umum, ia melanjutkan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dokter umum tentang penanganan masalah kesehatan anak dan meminimalkan dampak akibat minimnya jumlah dokter anak. (Ant/OL-06)

Sumber: MEdia Indonesia Online,

Tertinggi di Asia, Angka Kematian Ibu Melahirkan

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia termasuk tertinggi di kawasan Asia, yakni 307/100.000 kelahiran. Reformasi selama hampir enam tahun berjalan tidak memperbaiki persoalan perempuan Indonesia. Kasus kekerasan, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, rendahnya pendidikan, serta dominasi kaum pria dalam rumah tangga masih terjadi.

Staf Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Pingky Saptandari dalam seminar tentang “Peran Kultural Perempuan dalam Pembangunan”, di Kupang, Jumat (17/11), mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 307/100.000 kelahiran, termasuk tertinggi di kawasan Asia.

Provinsi penyumbang kasus kematian ibu melahirkan terbesar ialah Papua 730/100.000 kelahiran, Nusa Tenggara Barat 370/100.000 kelahiran, Maluku 340/100.000 kelahiran, dan Nusa Tenggara Timur 330/100.000 kelahiran. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dari masa Orde Baru. Reformasi yang terjadi hampir enam tahun tidak mampu memperbaiki sejumlah kasus yang menimpa kaum perempuan, terutama ibu melahirkan.

Kasus kekerasan dalam keluarga, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, pendidikan rendah, dan dominasi pria dalam rumah tangga masih menimpa sebagian besar perempuan.

“Meski reformasi ini ada sejumlah provinsi membentuk Biro atau Badan Pemberdayaan Perempuan, tetapi lembaga itu tidak didukung dengan dana dan kebijakan yang berpihak kepada perempuan sehingga hanya tampak kemasan saja, isinya kosong. Pemerintah daerah tidak memiliki kesungguhan mengangkat harkat dan kebijakan perempuan secara keseluruhan terutama menekan angka kematian ibu melahirkan,” kata Pingky.

Faktor sosial budaya juga menjadi salah satu penyebab buruknya kondisi kesehatan dan gizi kaum perempuan. Di NTB, misalnya, masyarakat bisa membiayai naik haji dan membeli tanah tetapi tidak mampu memberi makan yang bergizi kepada ibu yang sedang hamil. Kondisi kesehatan ibu dan anak bayi sangat buruk, tetapi tidak diperhatikan karena dinilai bukan kebutuhan mendesak.

Gerakan Sayang Ibu dengan Program Siap Antar Jaga (Siaga) sejak tahun 2000 pun belum mampu memperbaiki nasib kaum perempuan. Suami masih sulit diajak berdialog dengan istri, atau kurang peduli terhadap kondisi kesehatan sang istri. (KOR)

Sumber: Harian Kompas, Senin, 20 November 2006

Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

UNICEF menyatakan, sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak Balita di dunia pada tiap tahunnya, bisa dicegah melalui pemberian ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal kelahirannya, tanpa harus memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi.

“Meskipun manfaat memeberikan ASI Eksklusif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak telah diketahui secara luas, namun kesadaran Ibu untuk memberikan ASI Ekslusif di Indonesia, baru sebesar 14 persen saja, itu pun diberikan hanya sampai bayi berusia empat bulan,” demikian siaran pers UNICEF yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

UNICEF menyebutkan bukti ilmiah terbaru yang dikeluarkan oleh jurnal Paediatrics pada tahun 2006 ini, terungkap data bahwa bayi yang diberi susu formula, memiliki kemungkinan untuk meninggal dunia pada bulan pertama kelahirannya. Dan peluang itu 25 kali lebih tinggi dari bayi yang disusui oleh ibunya secara eksklusif.

Banyaknya kasus kurang gizi pada anak-anak berusia di bawah dua tahun yang sempat melanda beberapa wilayah Indonesia dapat diminimalisir melalui pemberian ASI secara eksklusif. Oleh sebab itu sudah sewajarnya ASI eksklusif dijadikan sebagai prioritas program di negara berkembang ini.

UNICEF menyebutkan bahwa ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI, cara menyusui dengan benar, serta pemasaran yang dilancarkan secara agresif oleh para produsen susu formula, merupakan faktor penghambat bagi terbentuknya kesadaran orang tua didalam memberikan ASI eksklusif.

Meskipun aturan pemasaran produk pengganti ASI terdapat dalam kode etik internasional yang juga telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam SK Menteri Kesehatan, namun tetap saja para produsen susu bayi melakukan promosi secara gencar, bahkan sampai menyediakan susu formula itu di rumah sakit ataupun klinik-klinik bersalin.

Dalam upaya meredam maraknya promosi dan pemasaran susu pengganti ASI, serta menumbuhkan semangat dan kesadaran ibu dalam memberikan ASI eksklusif untuk anak-anaknya, maka UNICEF akan menggelar diskusi yang bertemakan “Menggugat Promosi Gencar Susu Bayi” di Jakarta, Rabu (9/8).

Tujuan dari diskusi tersebut yakni, guna menumbuhkan peraturan baru untuk meredam gencarnya pemasaran produk susu formula serta mendorong terselenggaranya program Agustus ini sebagai bulan ASI di Indonesia. [TMA, Ant]

sumber: Gatra.com,

Kenali Perubahan Payudara

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Jangan panik dulu jika menemukan perubahan pada payudara Anda. Lebih baik kenali dulu aneka perubahan pada organ ini sehingga Anda bisa bertindak dengan cepat dan tepat.

Payudara adalah salah satu organ penting dan khas yang dimiliki perempuan. S ekali waktu, mungkin saja payudara Anda terasa sakit, keluar cairan dari puting, atau ada benjolan. Walau tidak selalu berbahaya, Anda tetap harus waspada, dan segera cari tahu penyebabnya.

Ada yang normal, ada yang tidak

Proses tumbuh kembang payudara antara lain dipengaruhi oleh aktivitas hormon, khususnya hormon estrogen. Selain pada payudara, hormon yang dihasilkan indung telur ini juga bertanggung jawab dalam mengembangkan sifat-sifat kelamin sekunder lainnya, seperti timbulnya rambut di daerah kemaluan, perubahan-perubahan dalam vagina sampai timbulnya haid.

Nah, bila terjadi ketidakseimbangan hormon, misalnya selama haid, biasanya payudara akan terasa penuh alias mengeras atau membesar. Kadang-kadang, akan teraba pula benjolan lunak yang terasa sakit saat menjelang haid.

Biasanya, benjolan tersebut akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya begitu haid usai. Asal tahu saja, semua perubahan ini termasuk normal dan tidak berbahaya. Apalagi, jika siklus haid Anda berlangsung normal (sekitar 24-31 hari sekali) dan lamanya berkisar antara 4-7 hari.

Sebaliknya, bila terjadi gangguan pada siklus haid, misalnya jadi tidak teratur, Anda sebaiknya waspada. Bukan apa-apa. Ketidakteraturan siklus haid menunjukkan adanya gangguan keseimbangan hormon seksual. Apalagi, bila gangguan tadi disertai timbulnya beberapa gejala lain (simak boks: “Haruskah ke Dokter Spesialis?”).

Atasi sedini mungkin

Sebagai catatan penting, perubahan apapun pada payudara Anda harus disikapi dengan hati-hati. Bila penyebabnya dapat diketahui sejak dini, maka upaya penanganan bisa dilakukan segera. Tindakan ini akan membuahkan hasil yang lebih baik. Itu sebabnya, cegahlah timbulnya gangguan kesehatan pada payudara dengan beberapa caranya berikut.

Buat catatan bulanan

Keteraturan siklus haid dapat diketahui dengan cara menghitung hari, bukan berdasarkan tanggal, setiap bulannya. Catatlah pula segala hal atau perubahan yang dirasakan menjelang, selama dan sesudah berlangsungnya haid. Segera temui dokter bila Anda mengalami hal-hal berikut:

Siklus haid kurang dari 14 hari atau lebih dari 35-40 hari sekali.

Lamanya haid lebih dari 14 hari.

Volume darah haid sangat banyak (sampai-sampai Anda perlu ganti pembalut sebanyak 10 kali per hari).

Hindari makanan tinggi lemak

Penelitian-penelitian telah menunjukkan, kemungkinan wanita yang mengonsumsi makanan tinggi lemak untuk terkena kanker payudara akan lebih tinggi dibandingkan mereka yang banyak mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Namun, belum diketahui apakah diet rendah lemak bisa benar-benar mencegah kanker payudara atau tidak.

Dalam jurnal kedokteran terbitan FKUI, Medical Journal of Indonesia edisi April-Juni 1999 dilaporkan, ada sejumlah hasil penelitian yang berkaitan dengan faktor risiko kanker payudara. Antara lain diungkapkan bahwa minum susu dan makan daging berlemak merupakan faktor risiko yang signifikan bagi munculnya kanker payudara. Begitu pula makanan dan minuman yang mengandung santan kelapa, terutama jika dikonsumsi setiap hari. Kok bisa?

A danya zat-zat lemak dalam makanan yang tidak dipecah dalam proses metabolisme tubuh bisa menyebabkan hormon estrogen di tubuh tidak bisa bekerja dengan oke. Akibatnya, bisa memudahkan tumbuhnya kista, miom dan gangguan lain pada organ yang aktivitasnya berhubungan dengan hormon estrogen, termasuk payudara.

Rajin-rajin lakukan “Sadari”

Sebenarnya, untuk mengetahui keadaan payudara Anda (apakah normal atau tidak), Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias Sadari secara rutin. Kapan persisnya?

Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan tiap bulan, kira-kira seminggu setelah siklus haid usai. Lebih-lebih, kalau ibu atau famili perempuan dekat Anda punya riwayat kanker payudara. Tak perlu menyalahkan “garis keturunan” keluarga besar Anda, karena tanggung jawab pemeliharaan kesehatan tubuh, termasuk payudara, terletak pada diri Anda sendiri.

Haruskah ke Dokter Spesialis?

A. Gejala yang tidak perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis:

• Wanita muda (kurang dari 35 tahun) dengan benjolan pada payudara dan terasa sakit.

• Wanita kurang dari 40 tahun dengan benjolan yang simetris.

• Wanita kurang dari 50 tahun dengan keluarnya cairan dari puting susu dan bukan berwarna merah. Maksud cairan di sini adalah:

• Keluar spontan atau tanpa dimanipulasi.

• Keluar dari satu atau ke-2 sisi payudara.

• Keluar cairan yang berhubungan dengan haid atau tidak, sedang hamil atau tidak, cedera rudapaksa, atau kelainan kelenjar gondok.

• Wanita dengan keluhan nyeri dan benjolan yang tidak jelas batasnya.

B. Gejala yang perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis:

• Benjolan:

• Berbatas tegas.

• Terdapat pada satu sisi (asimetris) setelah haid.

• Kista lebih dari satu, atau kista timbul kembali setelah disedot.

Nyeri:

• Berhubungan dengan adanya benjolan.

• Tidak dapat diatasi dengan pengobatan.

• Pada satu sisi payudara pada wanita pasca menopause.

Keluar cairan dari puting:

• Pada wanita umur lebih dari 50 tahun.

• Khusus wanita kurang dari 50 tahun, cairan berwarna merah dan spontan.

Kelainan posisi puting.

• “Tenggelam”.

• Kelainan kulit sekitar puting (seperti eksim).

Kelainan kulit payudara.

• Bentuk seperti kulit jeruk yang tebal.

• Warna kemerahan.

Kamus Istilah

Kista: benjolan yang berongga dan berisi zat cair yang kental menyerupai bubur.

Miom: tumor jaringan otot.

Cedera rudapaksa: luka akibat perkosaan.

sumber: http://www.ayahbunda-online.com

Next Page »