Seputar Persalinan

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response


Jikalau anda berencana melahirkan di rumah, bidan akan menyarankan apa saja yang perlu disiapkan.

Apabila berencana melahirkan di rumah sakit atau di rumah bersalin, anda perlu mengetahui seluk beluk fasilitas tersebut beberapa minggu sebelum persalinan dan merencanakan transportasi yang akan digunakan. Sangat dianjurkan untuk menyiapkan terlebih dahulu segala keperluan selama rawat inap di rumah sakit. Berikut ini beberapa saran perlengkapan perlu disiapkan.

Beberapa baju tidur atau baju kasual dengan bukaan depan (bila anda memilih tidak menyusui), sebuah jubah-mandi serta sepasang sandal. Jangan lupa memilih pakaian-pakaian longgar karena selangkang dan perut anda mungkin masih peka.
Beberapa bra untuk menyusui dan breast pad.
Celana dalam katun dan pembalut wanita, termasuk pembalut wanita dengan kapasitas menyerap maksimal secukupnya untuk beberapa hari pertama.
Satu tas kecil perlengkapan kosmetika dan barang-barang lain untuk kenyamanan pribadi.
Obat-obatan yang biasa diminum sebelum masa kehamilan (berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter pribadi anda)

Popok (untuk pulang ke rumah)
Singlet
Baju tidur
Penutup kepala
Selimut dari bahan katun

Beberapa minggu sebelum melahirkan, anda mungkin akan mempunyai banyak pertanyaan mengenai persalinan baik kepada diri sendiri maupun kepada dokter pribadi anda. Ada banyak sekali topik pilihan dalam proses melahirkan.

Pastikan hal-hal berikut ini anda bicarakan bersama dokter pribadi anda:

Persalinan jenis apakah yang anda inginkan? Persalinan vaginal atau operasi cesar (mengeluarkan bayi melalui bedah perut)?
Posisi melahirkan seperti apa yang anda ingin?
Siapa saja dokter yang akan hadir menangani persalinan anda? Berapa banyak wanita bersalin yang akan mereka tangani pada saat yang sama?
Berapa banyak orang yang boleh mengunjungi anda selama dirawat?
Sebelum melahirkan apakah anda bisa mendiskusikan tentang perlu-tidaknya episiotomi (sebuah operasi kecil yang tujuannya untuk memudahkan persalinan)?

Anda barangkali ingin berbagi mengenai obat penawar rasa sakit dan metode penawar sakit yang dipilih. Apakah anda menginginkan penanganan seperlunya atau penanganan maksimal? Anda sebaiknya memberitahukan dokter pribadi anda mengenai prosedur apa yang tidak anda inginkan, baik untuk anda maupun bayi.

Sewaktu mempersiapkan kelahiran perlu sekali mempertimbangkan peran suami anda. Suami biasanya ingin turut berpartisipasi dalam kelahiran anak mereka. Sekalipun suami tidak terlibat dalam proses kelahiran, ia dapat:

Melakukan hal-hal yang mengalihkan perhatian anda selama proses persalinan.
Mengukur waktu kontraksi.
Mengusap-usap punggung anda.
Menjadi titik fokus dan bernapas bersama anda pada saat kontraksi.
Menghibur dan memberi dorongan semangat.
Persalinan dimulai ketika leher rahim (serviks) mulai membuka atau melebar. Uterus berkontraksi dalam jarak waktu teratur, dan perut menjadi keras. Disela-sela kontraksi uterus melemas dan perut melunak.

Waktu kelahiran yang tepat cukup sulit untuk diprediksi. Masa pra-kelahiran disebut “pembukaan”, yaitu saat dimana posisi bayi turun menuju leher rahim. Dalam periode ini, kandung kemih tertekan sehingga frekuensi buang air kecil anda semakin meningkat. Masa pra-kelahiran ini berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Kontraksi yang anda alami selama fase pra-kelahiran dapat menimbulkan dugaan bahwa waktu untuk melahirkan sudah dekat. Hitunglah jarak waktu antara awal satu kontraksi dengan awal kontraksi berikutnya. Kalau frekuensi atau panjangnya tidak teratur, ada kemungkinan anda sedang dalam periode “kelahiran palsu”; jika kontraksi makin sering dan berlangsung lebih dari satu jam, mungkin anda sudah mendekati proses kelahiran. Pada tahap awal melahirkan, kontraksi berlangsung antara 30 sampai 60 detik.

Pada saat cukup bulan untuk melahirkan, anda dapat mengalami hal-hal berikut:

Awal pembukaan leher rahim agar bayi bisa melewatinya dengan mudah. Ketika leher rahim mulai melonggar, akan keluar sebuah gumpalan lendir berdarah yang telah menyumbat leher rahim sepanjang masa hamil.
Pecahnya membran ketuban yang biasanya terjadi pada waktu kontraksi berlangsung. Pecahnya membran menyebabkan air ketuban menyembur keluar tanpa rasa sakit sedikitpun. Membran ini tidak akan pecah sebelum anda betul-betul akan melahirkan, tetapi bila hal tersebut terjadi, segeralah panggil dokter anda.

Baik di rumah ataupun di rumah sakit, dokter akan bertanya tentang kondisi anda, bagaimana kontraksi berlangsung serta apakah air ketuban sudah pecah. Juga akan ditanya apakah sudah buang air besar. Kalau belum, mungkin anda akan menerima enema (pemasukan cairan ke dalam rektum dan kolon) atau diberikan supositoria. Contoh air seni anda akan diambil untuk pemeriksaan kadar protein dan gula.

Selama pemeriksaan, posisi dan detak jantung bayi terus dipantau. Tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh serta seberapa besar leher rahim anda telah membuka juga akan diperiksa. Pemeriksaan vaginal dilakukan secara berkala, demikian juga dengan detak jantung janin.

Pada tahap ini, apabila dokter anda tidak selalu hadir, dia akan terus menerima informasi tentang kemajuan anda dan segera mendapat laporan apabila terjadi permasalahan. Tetapi pada tahap akhir, dokter anda disarankan untuk selalu hadir.

Pada tahap awal persalinan, bayi menurun kearah leher rahim, biasanya kepala bayi berada dibawah. Apabila membran ketuban masih juga belum pecah, mungkin inilah saatnya. Pembukaan leher rahim menyebabkan uterus berkontraksi, yang pada gilirannya mendorong bayi kebawah sehingga leher makin membuka. Begitulah siklusnya berulang-ulang. Pada pembukaan awal, kontraksi terjadi sekali setiap 30 menit.

Setiap kali terjadi kontraksi, anda diharapkan tenang dan jangan mengejan. Mengejan pada fase ini tidak membantu jalannya persalinan.

Lama waktu persalinan bayi pertama rata-rata berlangsung antara 12 sampai 14 jam; persalinan berikut biasanya sekitar 7 jam.

Bila kesehatan anda atau bayi beresiko, persalinan mungkin harus diinduksi/ dimulai oleh dokter. Ada banyak alasan dilakukannya induksi, antara lain:

Membran ketuban pecah sebelum ada tanda-tanda awal persalinan.
Plasenta keluar lebih dahulu sebelum bayi.
Anda seorang penderita diabetes.
Sudah terlambat 2 minggu dari tanggal yang diperkirakan.

Kontraksi akibat induksi mungkin terasa lebih sakit karena mulainya sangat mendadak. Persalinan karena induksi cenderung memerlukan obat penawar rasa sakit.

Jika induksi diperlukan, dokter akan memberitahu waktu anda harus masuk rumah bersalin/sakit.

Pada saat proses persalinan berlanjut, tanda-tanda vital anda (denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah) akan lebih sering diperiksa. Dokter akan terus memantau perubahan posisi bayi, suhu tubuh anda, serta lama dan kekuatan kontraksi. Pada fase ini, kontraksi berlangsung lebih lama.

Lebarnya pembukaan leher rahim akan diukur melalui pemeriksaan vaginal. Setiap kontraksi akan memperlebar bukaan. Bila anda bertanya kepada dokter tentang proses persalinan anda, maka dia akan menjawab bahwa anda dalam tahap pembukaan. Pada saat leher rahim hampir terbuka penuh—selebar 10 cm (sekitar 4 in)—berarti tahap pertama sudah selesai dan anda kini memasuki fase transisi.

Fase transisi mungkin adalah periode yang cukup berat. Anda barangkali merasa tidak dapat bertahan tanpa bantuan penawar rasa sakit. Timbul dorongan yang semakin kuat untuk mengejan, tetapi anda diminta tidak melakukannya sampai dokter yakin bahwa leher rahim telah membuka penuh.

Fase ini hanya berlangsung sekitar satu jam atau kurang.

Biasanya anda tidak akan mendapatkan obat penawar rasa sakit kecuali diminta atau sangat menderita. Anda dapat mengatasi rasa sakit selama proses persalinan melalui relaksasi, pernapasan, serta tehnik-tehnik lain yang bisa dipelajari di kelas ibu hamil.

Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menawarkan rasa sakit adalah epidural block. Epidural, yang diinjeksikan kedalam tuba dan ditempatkan di belakang punggung sangat efektif mengatasi rasa sakit. Akan tetapi, bila dilakukan terlalu awal justru meningkatkan kemungkinan dilakukannya operasi caesar, yaitu mengeluarkan bayi melalui bedah perut daripada persalinan vaginal yang normal.

Anestesi sumsum tulang belakang biasanya tidak dilakukan sampai menjelang kelahiran, kecuali dokter memutuskan perlu melakukan pembedahan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anda mendorong bayi keluar.

Anda dan dokter anda dapat memilih bentuk anestesi lokal lain yang mengatasi rasa sakit tanpa resiko besar melahirkan dengan cara pembedahan. Untuk persalinan itu sendiri, anda dan dokter dapat memilih anestesi lokal yang mampu mengontrol ketidaknyamanan tanpa mempengaruhi kemampuan melahirkan secara alami.

Berkonsultasilah dengan dokter anda tentang cara penanganan rasa sakit selama proses melahirkan.


Sekarang posisi bayi sudah di bawah, masuk ke kanal kelahiran, biasanya dengan kepala di bawah mengarah ke leher rahim yang sudah terbuka. Anda akan merasakan uterus berkontraksi untuk membantu bayi membuka jalan menuju dunia luar. Pada waktu kontraksi terasa, itulah saatnya mengejan. Dengarkanlah desakan hati anda. Menunggu sinyal dari tubuh untuk mengejan akan sangat membantu kelahiran. (Jika anda mendapat epidural untuk mengurangi rasa sakit, desakan hati untuk mengejan akan berkurang.)

Mengejan adalah kerja keras, wajah anda akan memerah dan tubuh basah oleh keringat. Dengan setiap kontraksi dan setiap kali mengejan maka kepala bayi keluar sedikit demi sedikit melalui liang vagina. Kepala bayi mungkin masuk kembali antara setiap kontraksi tetapi segera menyembul kembali. Di tahap ini, kontraksi dapat terjadi setiap 1 sampai 3 menit dengan waktu sela yang pendek untuk “istirahat”.

Munculnya kepala bagian atas secara penuh disebut permahkotaan (crowning). Setelah permahkotaan, kelahiran akan terjadi setelah beberapa kali kontraksi dan mengejan. Bayi lahir dengan kepala lebih dulu terjadi pada 19 dari 20 kelahiran. Siasanya lahir dengan pantat terlebih dulu.

Pada awal persalinan ada rasa yang menusuk atau panas sekali sebagai tanda bahwa bayi sedang melonggarkan jalan di kanal kelahiran. Pada saat anda merasakannya, berhentilah mengejan, tarik napas pendek-pendek dan cepat, dan biarkan kontraksi uterus yang mendorong bayi keluar. Hal ini berlangsung singkat, dan anda akan mengalami mati rasa pada saat kepala bayi melonggarkan liang vagina dan memblokir syaraf-syaraf yang sangat halus disekitarnya.

Staf medis akan memastikan tali pusar tidak melilit leher bayi. Bila diperkirakan jaringan vagina bisa koyak, mereka akan melakukan episiotomi—sayatan untuk menghindarkan koyak. Perlu diketahui bahwa vagina sangat elastis dan mampu merenggang, sehingga pada kelahiran tanpa komplikasi biasanya tidak memerlukan episiotomi.

Bila episiotomi dianggap perlu, anda akan diberikan anestesi lokal lalu area antara vagina dan rektum disayat sedikit agar liang lebih lebar untuk kelahiran. Area ini akan dijahit kembali setelah melahirkan. Para bidan biasanya sudah terlatih melakukan episiotomi.

Kepala bayi akan memutar dari sisi ke sisi untuk memudahkan perjalanannya. Ketika seluruh kepala sudah keluar, leher akan menegak dan kepala memutar untuk menyesuaikan dengan posisi pundaknya. Tubuh bayi akan terus berputar, mula-mula menggerakkan salah satu pundak lalu disusul pundak lainnya sepanjang kanal lahir. Bagian tubuh lainnya menyusul keluar dengan cepat, dan lahirlah sang bayi!

Fetal distress adalah istilah yang dipakai untuk masalah yang dialami bayi. Bayi seharusnya sudah lahir dalam waktu tertentu setelah membran air ketuban pecah. Dokter dapat mengukur tingkat fetal distress dengan cara memantau detak jantungnya. Apabila detakannya tidak segera membaik, dokter tidak akan mengikuti cara persalinan pilihan anda melainkan memilih cara lain yang lebih cepat. Episiotomi, operasi cesar, atau penggunaan forsep (tang jepit) mungkin diperlukan untuk memastikan bayi lahir dengan selamat.

Masalah yang membahayakan ibu dapat terjadi selama persalinan, tetapi dengan adanya fasilitas modern, hal ini sudah cenderung berkurang. Kondisi anda akan terus dipantau selama persalinan untuk mewaspadai munculnya tanda-tanda komplikasi.

Persalinan belum sempurna sebelum plasenta keluar. Biasanya hal ini terjadi antara 5 sampai 45 menit setelah bayi lahir. Dinding uterus berkontraksi beberapa kali untuk melepaskan plasenta. Mungkin timbul rasa sakit tetapi intensitasnya lebih ringan ketimbang kontraksi untuk mendorong bayi keluar. Darah mengalir keluar dari vagina, tali pusar memanjang, uterus dan perut melembung pada saat plasenta keluar dari uterus menuju vagina, dan akhirnya uterus mengencang kembali.

Kirim ke Teman

Pralahir: Turunnya kepala bayi ke arah panggul disebut “pembukaan”. Pembukaan terjadi antara beberapa hari sampai beberapa minggu sebelum kelahiran, tergantung sudah berapa kali melahirkan.

Awal kelahiran: Pada tahap ini, uterus mengalami kontraksi yang tak teratur dengan intensitas sedang sampai keras. Selama kontraksi, kantung ketuban sewaktu-waktu bisa pecah.

Fase transisi: Ketika persalinan berlanjut, leher rahim berdilatasi (bertambah lebar), memudahkan bayi memasuki saluran lahir.

Fase Turun: Pada kelahiran yang normal, kepala keluar lebih dulu. Sebuah episiotomi mungkin diperlukan untuk melebarkan liang vagina.

Kelahiran: Setelah kepala keluar, bayi diputar untuk menuntaskan persalinan.

Tali pusar dipotong untuk memisahkan bayi dari plasenta (sesudah lahir).

Uterus berkontraksi kuat beberapa kali untuk mendorong plasenta keluar. Dokter atau perawat mungkin memijat perut anda untuk mempercepat lepasnya plasenta.

Plasenta keluar dengan tali pusar masih melekat. Dokter atau perawat akan memeriksa apakah plasenta sudah keluar semua.

Advertisements

Masa Kehamilan

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi anda.

Perubahan pertama mulai terlihat pada minggu ke-4 masa kehamilan.
Rasa metal dalam mulut merupakan penanda pertama dan satu-satunya perubahan fisik yang ada.

Pada minggu ke-2, struktur dasar susunan syaraf pusat dalam kandungan mulai terbentuk.

Pada minggu ke-5, sekalipun anda hanya mengalami menstruasi atau bahkan tidak lagi mengalami menstruasi; anda akan merasakan gejala menjelang menstruasi seperti kembung, gerah, dan sakit kepala.
Payudara mulai membesar dan menjadi lebih peka.
Frekuensi buang air kecil bertambah.
Pada minggu 6, vagina dan labia mayor mulai bereaksi terhadap peningkatan aliran darah dengan berubah warna menjadi kebiru-biruan.
Mual dan muntah mulai terjadi.
Pada minggu 7, kadang-kadang anda merasa pusing dan sesak napas.
Benjolan-benjolan kecil mulai muncul di payudara, dan area seputar puting susu berubah warna menjadi lebih tua.
Pada minggu 8, rambut anda mulai sulit ditata.
Cairan vagina yang bening, putih, dan tak berbau mulai merembes keluar.

Minggu 5, embrio dapat dilihat dengan mata telanjang.Minggu 6, jantung berdegup; kepala, dada, serta perut mulai terbentuk.

Minggu 7, terbentuk lekukan-lekukan yang menandai tempat dimana jari tangan dan jari kaki akan tumbuh.

Minggu 8, sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendi-sendi utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan jelas.

Minggu 9, kulit anda mengalami perubahan. Gusi mulai melunak sehingga memerlukan perawatan lebih. Untuk keterangan lebih lanjut, lihat Perubahan Fisik Lainnya.
Kelenjar tiroid/ gondok disisi leher bagian depan membesar.
Minggu 10, ukuran uterus anda sudah sebesar buah grapefruit (buah sejenis jeruk)
Payudara sudah lebih besar dari ukuran bra normal anda.
Minggu 11, rasa mual, muntah dan morning sickness mulai hilang.
Volume darah bertambah banyak, dan anda dapat mengalami mimisan.
Minggu 12, akhir dari trimester pertama, uterus sudah tumbuh lebih tinggi dari tulang panggul dan terasa bila diraba dari luar.

Minggu 9, mulut dan hidung sudah kelihatan; kedua lengan pun tumbuh dengan cepat.Minggu 10, bentuk jari tangan dan jari kaki sudah kelihatan, walaupun satu sama lainnya masih tersambung oleh selaput kulit.

Diakhir minggu 11, semua organ bagian dalam sudah berbentuk dan berfungsi.

Minggu 12, atau akhir trimester pertama— kelopak mata, kuku jari tangan dan kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi mampu mengisap dan menelan.

Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan banyak organ yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin tumbuh dengan cepat, janin masih belum mampu hidup di luar rahim


Pada trimester kedua masa hamil (bulan 4, 5, dan 6), gerakan janin mulai terasa dan kehamilan anda mulai tampak. Janin sudah mulai berbentuk manusia, mempunyai bulu mata dan cenderung menghisap ibu jari tangan.

Morning sickness mulai berkurang, bahkan akan hilang sama sekali di akhir trimester kedua.
Pinggang anda semakin melebar
Rasa mual menyebabkan produksi air ludah anda meningkat
Produksi keringat meningkat
Gerakan janin mulai terasa.

Pada minggu ke-13 atau bulan pertama trimester kedua, bentuk janin telah sempurna. Janin tersebut akan terus membesar sepanjang sisa masa kehamilan.Minggu ke-14, berat janin naik mencapai sekitar 64 g (2 1/4 oz), padahal seminggu yang lalu beratnya masih sekitar 28 g (kira-kira 1 oz). Janin tersebut telah mampu mengepalkan jari-jari tangan. Alat ultrasound telah mendeteksi detak jantung

Minggu ke-16, gerakan janin semakin keras, dan otot-ototnya semakin kuat. Bulu-bulu halus/ lanugo yang menutupi seluruh tubuh dan alis mata mulai kelihatan.

Ulu hati anda akan terasa panas
Kulit dan rambut semakin berubah. Warna kulit wajah anda akan berubah menjadi coklat kekuningan (kloasma). Tahi lalat membesar dan bertambah gelap. Waspadai adanya gejala kanker kulit dengan berkonsultasi dengan dokter pribadi anda.

Pertumbuhan janin semakin pesat.Pada minggu ke-20, panjang janin mencapai kira-kira 25 cm (10 inchi). Gigi dalam rahang mulai terbentuk. Gerakan janin semakin kuat karena otot-ototnya yang semakin menguat.

Gerakan tersebut berupa sundulan-sundulan lemah pada perut anda

Perubahan pada pembuluh darah terlihat jelas. Terdapat jalinan garis ungu membentang di dada dan sepanjang paha. Anda juga dapat mengalami varises dan wasir.
Berat hamil anda telah mencapai kira-kira setengah dari total kenaikan berat kehamilan. Pinggang dan pinggul menebal.
Frekuensi buang air kecil meningkat karena tekanan uterus pada kandung kemih. Kadang ditemui adanya infeksi.
Rabas/ discharge vaginal semakin bertambah. Infeksi jamur juga biasa terjadi. Berkonsultasilah dengan dokter pribadi anda untuk mengatasinya.

Pada minggu ke-24, panjang janin telah mencapai 33 cm (33 inchi). Janin sudah bisa batuk dan tersedak. Janin tampak kurus karena persediaan lemak tubuh belum kelihatan (persediaan ini mulai kelihatan pada minggu ke-28). Pada akhir trimester kedua, paru-paru telah sempurna sehingga janin sudah mampu bernapas diluar kandungan.

Dalam tiga bulan terakhir ini, beberapa penyakit menghilang tetapi penyakit lain dapat bertambah parah. Beberapa masalah muncul disebabkan karena ukuran tubuh anda yang semakin membesar.

Uterus menjadi sangat besar dan keras
Uterus terasa berkontraksi dan terkadang terasa mengencang.
Otot-otot menjadi semakin rileks sebagai persipan melahirkan. Kondisi ini menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin meningkat sekitar 5 menit sekali, bahkan terkadang sampai merembes keluar.
Sesak napas karena paru-paru harus memasok udara untuk anda dan janin
Gerakan anda menjadi kaku dan cenderung kurang terkoordinasi karena berat dan ukuran badan yang bertambah
Nyeri punggung dan sakit kaki menjadi lebih parah
Sulit tidur dan menemukan posisi berbaring yang nyaman. Kegelisahan sebagai calon ibu juga dapat menyebabkan sulit tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan.
Pada bulan terakhir anda akan merasa agak lega. Uterus telah tumbuh meninggi kearah paru-paru sehingga tersedia ruang yang cukup besar bagi janin. Tetapi pada minggu ke-36, uterus semakin membesar sebagai persiapan proses melahirkan. Ruang untuk janin semakin luas dan kepalanya sedikit menunduk, sehingga anda lebih mudah bernapas.
Sekitar minggu ke-40, tubuh anda sudah siap menhadapi proses persalinan.

Pada awal trimester ketiga, janin diperkirakan dapat hidup di luar rahim. Bayi prematur cenderung sulit bernapas dan menjaga panas tubuh. Tetapi dengan bantuan peralatan medis modern, angka harapan hidup masih cukup tinggi. Dalam periode ini, janin tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Janin berubah dari yang sebelumnya berkeriput dan kurus menjadi halus dan gemuk berisi.

Pada minggu ke-32, proporsi tubuh bayi sudah seperti yang anda harapkan. Posisi kepala menunduk menghadap panggul anda dengan berat sekitar 1,6 kg (3,5 lb).

Pada minggu ke-36, janin telah memenuhi uterus dan posisi janin berubah ke posisi kelahiran.

Akhirnya, sekitar minggu 40, bayi anda siap untuk dilahirkan. Setelah lahir, kelopak matanya membuka dan ia telah mampu melihat cahaya. Kuku-kukunya sangat panjang sehingga harus segera dipotong setelah lahir. Berat janin mencapai sekitar 3.4 kg (7 1/2 lb).

Sistem Reproduksi

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Sistem reproduksi ibu memegang peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Anda dapat mengetahui pertumbuhan tersebut dengan menguasai pengetahuan dasar tentang sistem reproduksi.

Kehamilan dimulai pada saat sperma membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi seorang bayi. Sel telur ini tertanam di dalam rongga organ berotot yang dikenal sebagai uterus atau rahim. Selama hamil, uterus membesar dan beratnya mencapai 20 kali lipat dari berat asli.

Bayi yang tumbuh di dalam kandungan disebut janin. Tali kehidupan yang menghubungkan ibu dengan janin adalah plasenta. Pada dasarnya plasenta adalah organ yang dipenuhi darah, satu sisi berhubungan dengan ibu dan sisi lainnnya dengan janin. Plasenta memberi jalan kepada oksigen dan nutrien dari ibu ke janin serta mengalirkan sisa pencernaan dari janin ke ibu untuk dibuang.

Plasenta terhubung dengan janin oleh tali pusar yang terdiri dari 3 pembuluh darah. Dua diantaranya berfungsi mengalirkan darah dari janin ke plasenta untuk dibersihkan; sedangkan pembuluh yang lainnya berfungsi membawa oksigen dan nutrien ke janin.

Bagian vital dari sistem penunjang kehidupan janin adalah air ketuban. Cairan ini memudahkan janin bergerak bebas, membantu menjaga kestabilan suhu tubuh, melindungi janin sebagai bantalan, dan menampung zat-zat sekresi dalam urin janin.

Bersiaplah menghadapi banyaknya perubahan yang terjadi dalam tubuh anda selama masa kehamilan, yaitu:

Pada waktu hamil, payudara akan membesar sehingga anda memerlukan bra berukuran 2 kali lebih besar dari ukuran asli. Payudara akan terasa mengencang, lebih peka, dan terkadang timbul rasa perih atau sakit yang menusuk. Pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit nampak jelas, lebih banyak, dan lebih besar dari biasa. Puting susu dan areola—area seputar puting—juga berubah. Kelenjar-kelenjar kecil sekeliling puting jadi lebih menonjol, menggumpal, dan berubah warna.

Apabila payudara ditekan, puting seperti merembes dan keluar cairan. Cairan seperti susu ini disebut kolostrum.

Selama hamil, uterus membesar dan mampu menahan beban 1000 kali lebih besar dibanding sebelum hamil. Uterus juga bertambah berat karena ukuran serat otot yang turut membesar.

Bila tangan diletakkan diatas uterus, anda dapat merasakan kontraksi ototnya. Kontraksi ini terjadi sekitar 20 menit sekali, sangat pelan dan tidak sakit. Kontraksi membantu pertumbuhan uterus dan memastikan aliran darah ke seluruh bagian uterus.

Pada usia kehamilan akhir, uterus membesar dan menekan pembuluh darah besar di dalam perut pada saat berbaring telentang. Tekanan ini dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga anda merasa pusing atau bahkan pingsan. Untuk menghindarinya, cobalah berbaring miring dan jangan telentang.

Sekitar pertengahan sampai akhir masa kehamilan, uterus dapat mendesak paru-paru. Anda mungkin merasa kurang nyaman dan perlu menarik napas dalam-dalam agar paru-paru mendapat cukup udara. Duduk tegak—sekalipun diatas tempat tidur—akan membantu bernapas lebih mudah.

Pada saat hamil, vagina anda membengkak dan kerutannya menebal. Dinding vagina menjadi lebih licin dan mengeluarkan sedikit cairan. Perubahan-perubahan ini dapat mempermudah jalannya proses kelahiran.

Sekresi karena perubahan kondisi vagina bisa dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap. Berkonsultasilah dengan dokter bila hal ini terjadi. Jangan menyemprotkan air ke dalam vagina untuk mengatasi masalah ini. Sering-seringlah mencuci area genital ini lalu keringkan secara hati-hati. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun untuk kenyamanan anda.

Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia

Posted On March 4, 2009

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

UNICEF menyatakan, sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak Balita di dunia pada tiap tahunnya, bisa dicegah melalui pemberian ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal kelahirannya, tanpa harus memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi.

“Meskipun manfaat memeberikan ASI Eksklusif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak telah diketahui secara luas, namun kesadaran Ibu untuk memberikan ASI Ekslusif di Indonesia, baru sebesar 14 persen saja, itu pun diberikan hanya sampai bayi berusia empat bulan,” demikian siaran pers UNICEF yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

UNICEF menyebutkan bukti ilmiah terbaru yang dikeluarkan oleh jurnal Paediatrics pada tahun 2006 ini, terungkap data bahwa bayi yang diberi susu formula, memiliki kemungkinan untuk meninggal dunia pada bulan pertama kelahirannya. Dan peluang itu 25 kali lebih tinggi dari bayi yang disusui oleh ibunya secara eksklusif.

Banyaknya kasus kurang gizi pada anak-anak berusia di bawah dua tahun yang sempat melanda beberapa wilayah Indonesia dapat diminimalisir melalui pemberian ASI secara eksklusif. Oleh sebab itu sudah sewajarnya ASI eksklusif dijadikan sebagai prioritas program di negara berkembang ini.

UNICEF menyebutkan bahwa ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI, cara menyusui dengan benar, serta pemasaran yang dilancarkan secara agresif oleh para produsen susu formula, merupakan faktor penghambat bagi terbentuknya kesadaran orang tua didalam memberikan ASI eksklusif.

Meskipun aturan pemasaran produk pengganti ASI terdapat dalam kode etik internasional yang juga telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam SK Menteri Kesehatan, namun tetap saja para produsen susu bayi melakukan promosi secara gencar, bahkan sampai menyediakan susu formula itu di rumah sakit ataupun klinik-klinik bersalin.

Dalam upaya meredam maraknya promosi dan pemasaran susu pengganti ASI, serta menumbuhkan semangat dan kesadaran ibu dalam memberikan ASI eksklusif untuk anak-anaknya, maka UNICEF akan menggelar diskusi yang bertemakan “Menggugat Promosi Gencar Susu Bayi” di Jakarta, Rabu (9/8).

Tujuan dari diskusi tersebut yakni, guna menumbuhkan peraturan baru untuk meredam gencarnya pemasaran produk susu formula serta mendorong terselenggaranya program Agustus ini sebagai bulan ASI di Indonesia. [TMA, Ant]

sumber: Gatra.com,

Gemuk Bikin Kehamilan Beresiko

Posted On June 3, 2008

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

https://i1.wp.com/www.kapanlagi.com/p/ibu_hamil.jpg

KapanLagi.com – Sebuah penelitian di Inggris menemukan wanita yang kelebihan berat badan pada trimester pertama kehamilan maupun yang berat badannya melonjak naik, punya potensi lebih besar akan hamil lebih lama serta mengalami komplikasi.

Dr Fiona C. Denison dari Universitas Edinburgh, Inggris, dan para koleganya, menganalisis data dari Swedish Medical Birth Register pada perempuan yang melahirkan antara tahun 1998 dan 2002.

Dari 143.519 kehamilan, 6,8% melahirkan dengan “tanggal mundur” lebih dari 42 pekan. Padahal, kehamilan normal berlangsung selama 40 pekan.

Dari data tersebut terungkap bahwa kehamilan yang melewati masa normal, lebih banyak dialami ibu hamil yang pada trimester pertama memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi, atau mereka yang berat badannya melonjak tinggi saat hamil.

Kelebihan berat badan atau obesitas saat trimester pertama dihubungkan dengan kemungkinan yang makin kecil untuk melahirkan secara spontan pada masa normal.

Selain itu, obesitas dihubungkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kelahiran mati, diabetes yang terkait kehamilan, dan operasi caesar.

Bagaimana menghindari tingginya tingkat masa tumbuh pada trimester pertama, atau menghindari berat badan melonjak tinggi pada saat hamil?

Jawabannya adalah gaya hidup sehat, yakni beraktivitas fisik secara proporsional dan makan makanan sehat. Dengan pola ini, maka mereka yang sudah terlanjur mengalami penambahan berat badan tinggi masih memiliki harapan untuk melahirkan secara normal sesuai dengan hitungan masa kehamilan dan bebas dari kemungkinan komplikasi.

Bayi Prematur, Ibu Jantungan

Posted On June 3, 2008

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

bayi prematur

KapanLagi.com – Selang beberapa dekade berlalu, para wanita yang melahirkan bayi yang belum cukup umur (prematur) mempunyai kaitan dengan meningkatnya resiko bagi para ibu tersebut, yaitu resiko dapat terkena penyakit gangguan pembuluh darah jantung.

Dalam menyampaikan laporan hasil penelitian terkini ilmuwan dari Universitas Pittsburgh, Pennsylvania, Dr.Janet Catov dan rekan-rekan sejawatnya membenarkan adanya kaitan antara melahirkan bayi prematur dengan gangguan masalah jantung bagi para ibu tersebut dan kelompok ilmuwan itu mencari tahu apakah hal itu terjadi setelah peristiwa melahirkan bayi prematur dengan selisih waktu yang cukup lama.

Kelompok ilmuwan meneliti data dari 446 wanita dengan batas usia 80 tahun yang ikut serta dalam penelitian wanita usia lanjut dan kesehatannya.

6% dilaporkan pernah melahirkan bayi prematur dan hal itu terjadi pada 57 tahun berselang sebelumnya, di mana 9% di antara para wanita tersebut melahirkan bayi dengan berat badan tercatat 2500 gram dan 4% di antaranya melahirkan bayi prematur dengan bobot badan yang kurang dari batas berat normal.

Setelah melakukan pertimbangan dengan penyesuaian untuk faktor-faktor antara lain apakah kaum wanita tersebut menggunakan obat-obatan yang melindungi jantung dan menimbang usia mereka, ilmuwan menemukan seorang wanita yang pernah melahirkan bayi prematur lebih dari dua kali membuka peluang lebar untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan perempuan yang sama sekali tidak melahirkan bayi prematur.

“Penelitian kami menemukan adanya kemungkinan meningkatnya resiko bagi wanita yang melahirkan bayi prematur untuk terkena penyakit cardiovasculer selang berpuluh-puluh tahun kemudian,” kata Catov.

“Walaupun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mempertegas hasil penemuan tersebut dan memahami mekanisme antara dua keadaan yang berkaitan satu sama lain, yang baru tampak dampaknya setelah beberapa puluh tahun kemudian,” katanya.

“Melahirkan bayi prematur dapat dipakai sebagai petunjuk bagi para wanita untuk melakukan screening awal serta merubah pola gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan jantung mereka,” kata Catov.

Makanan Kering Paling Tepat Untuk Ibu Hamil

Posted On September 17, 2007

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Lihat GambarKapanLagi.com – Ketidakseimbangan hormonal pada ibu hamil trimester pertama kerap menimbulkan gejala mual dan muntah, untuk meminimalisir keadaan itu, ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan kering.

“Makanan kering yang disarankan bisa berupa roti bakar, ikan dan ayam bakar atau panggang, sayur lalap, serta buah-buahan,” kata ahli gizi dari Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Rita Ramayulis, DCN., di Jakarta, Kamis (22/02).

Rita menyarankan, agar ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum (keadaan mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan) untuk mengurangi konsumsi makanan goreng-gorengan atau berminyak banyak.

“Kalau harus digoreng lebih baik setengah matang, atau lebih baik lagi bila dibakar, panggang, atau ungkep,” kata ibu dua anak itu.

Gejala mual dan muntah itu umumnya muncul karena rangsangan makanan yang berupa cairan, mengandung banyak minyak/goreng-gorengan, makanan berbumbu tajam, makanan yang terlalu pedas, manis, atau asam.

Meski begitu ibu hamil tetap memerlukan asupan cairan ke dalam tubuh tetapi harus diperhatikan jumlahnya agar tidak merangsang gejala mual dan muntah.

“Jumlah cairan yang dikonsumsi harus sedikit demi sedikit dan setelah makan tunggu sampai minimal 15 menit baru kemudian boleh minum minuman hangat,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai instruktur senam itu.

Menurut dia, ibu hamil trimester pertama harus menerapkan prinsip gizi seimbang pada makanannya karena periode tersebut merupakan saat-saat yang paling menentukan pembentukan dan perkembangan janin.

Prinsip gizi seimbang diterapkan dengan cara memenuhi kebutuhan bahan makanan bagi tubuh yang menjadi sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah-buahan.

Perempuan berdarah Padang itu mengatakan, ibu hamil muda terutama sangat membutuhkan asupan nutrisi Zn (untuk pertumbuhan janin), Fe (pembentukan sel-sel darah merah), serta asam folat dan vitamin C untuk membantu penyerapan unsur Zn dan Fe.

Unsur Zn dapat diperoleh melalui konsumsi makanan laut, Fe dari sayuran hijau, kacang-kacangan, dan protein hewani warna merah. Sedangkan asam folat dan vitamin C didapat dari konsumsi sayur serta buah-buahan.

Pada trimester pertama kehamilan idealnya diterapkan pola makan porsi kecil tetapi sering. (*)

Mengenal Kista, Mioma, dan Endometriosis

Posted On July 17, 2007

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

Nyeri hebat setiap kali haid? Hati-hati, bisa jadi itu gejala endometriosis. Tapi bisa jadi gejala kista atau mioma uteri juga. Apa, sih, bedanya? Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. “Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid,” kata dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Sementara kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). “Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar,” tambah Sugi.

KLIK - Detail Lain lagi dengan mioma uteri. “Mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut),
serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).”
RANGSANGAN ESTROGEN
Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. “Sekarang, semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum,”
terang Sugi.

Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. “Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang.”

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, “Belum ketahuan, misalnya apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga membesar,” kata Sugi.
Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. “Nah, sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi, masih belum pasti sebabnya.”

Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskopi. “Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah, lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan).”  

OBATNYA: HAMIL
Ketiga gangguan ini tentu bisa berdampak buruk, tergantung lokasi, ukuran, dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya mioma. “Kalau tidak menimbulkan gejala, meski ukurannya besar, ya, enggak ada dampaknya. Endometriosis, meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kista berukuran di atas 4 cm, misalnya, cenderung terpuntir. Jika terpuntir, ia akan kekurangan oksigen dan makanan, sehingga timbul nyeri yang sangat. Ini harus dioperasi,” jelas Sugi.
Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke pencegahan. “Hidup sehat, pola makan dan pola hidup yang baik, lakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal bisa terdeteksi lebih dini,” ujar Sugi.

Pada waktu melakukan pap smear, sebaiknya sekalian dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat rahim dan indung telur. “Kalau tidak ada fasilitas USG, bisa dilakukan pemeriksaan dalam. Dilihat rahimnya bagaimana, besarnya normal apa enggak, bentuknya konsisten apa enggak, indung telur kanan dan kiri bagaimana, dan sebagainya. Kalau teraba ada massa, harus hati-hati.”

Pengobatan endometriosis sendiri bisa dengan obat minum, suntik, atau operasi. “Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, kan, dikeluarkan selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur,” ujar Sugi seraya meneruskan, “Jadi, sebetulnya obatnya adalah hamil.”

Oleh karena itu, pengobatan endometriosis biasanya dengan pengobatan pseudo-pregnancy atau pseudo menopause. “Dibuat seperti menopause atau hamil, sehingga endometriosisnya tidak tumbuh.”

WASPADAI KANKER OVARIUM!
Hati-hati, selain kista, ada pula gangguan yang mirip kista, yakni kanker ovarium. “Waspada bila terdapat massa di dalam perut berbentuk seperti kista, dan dari pemeriksaan USG terlihat berpupil-pupil, pola pembuluh darahnya tersebar tidak beraturan. Biasanya diperiksa dengan tumor marker. Kalau hasilnya tinggi, berarti bukan kista biasa. Kemungkinan besar kista endometriosis atau keganasan (kanker),” kata Sugi.

Kanker ovarium merupakan silent kiler. “Diam-diam tanpa gejala, tapi mematikan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang memiliki gejala seperti perdarahan, kanker ovarium tidak. Tidak ada gejala apa-apa, tahu-tahu sudah menyebar kesana kemari. Sulit diobati. Oleh sebab itu, pencegahan dininya adalah melakukan pemeriksaan teratur.”

KAPAN DIANGKAT?
Salah satu terapi mioma dan kista adalah dengan pengangkatan (operasi).
Kapan mioma harus diangkat?
1. Bila ukurannya lebih besar dari ukuran kehamilan usia 12 minggu.
2. Bila mengganggu keadaan umum, misalnya perdarahannya banyak sampai perlu transfusi.
3. Bila pembesarannya cepat. Misalnya 3 bulan lalu masih 2 cm,
sekarang sudah 6 Cm.

Kapan kista harus diangkat?
* Bila besarnya lebih dari 4 cm, karena di atas 4 cm, risiko untuk terpuntir besar. Besar kista di atas 4 cm bukan kista folikel. Kista folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. “Kalau besarnya di atas 4 cm, biasanya kista fungsional. Pada saat haid, biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista fungsional.Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid,” terang Sugi. 

NYERI HEBAT SAAT HAID
Bagaimana, sih, mengenali gejala endometriosis, kista, atau mioma? Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai:
1. Nyeri haid hebat dan terus menerus.
2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.
3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.
4. Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ sekitarnya.
5. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.
6. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. “Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak,” terang Sugi.

“iLmu Kebidanan (Obstetri)”

Posted On June 29, 2007

Filed under kebidanan

Comments Dropped 2 responses

Obstetri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya (Oxford English Dictionary, 1933). Obstetri terutama membahas tentang fenomena dan penatalaksanaan kehamilan, persalinan puerperium baik pada keadaan normal maupun abnormal. Nama lain obstetri adalah mid wifery.

Tujuan obstetri yaitu agar supaya setiap kehamilan yang diharapkan dan berpuncak pada ibu dan bayi yang sehat. Juga berusaha keras mengecilkan jumlah kematian wanita dan bayi sebagai akibat proses reproduksi atau jumlah kecacatan fisik, intelektual dan emosional yang diakibatkannya.

Statistik Vital Obstetri

Statistik vital obstetri meliputi:
1. Kelahiran
2. Angka kelahiran
3. Angka fertilitas
4. Kelahiran hidup
5. Lahir mati (still birth)
6. Kematian neonatal
7. Angka lahir mati
8. Angka kematian janin (sama dengan angka lahir mati)
9. Angka kematian neonatal
10. Angka kematian perinatal
11. Berat badan lahir rendah
12. Bayi cukup bulan (term infant)
13. Bayi kurang bulan (prematur)
14. Bayi lewat bulan (post term)
15. Abortus
16. Kematian ibu langsung (direct maternal death)
17. Kematian ibu tak langsung (indirect maternal death)
18. Kematian non maternal
19. Angka kematian ibu atau mortalitas ibu (maternal death rate atau maternal
mortality).

Kelahiran

Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu.

Angka Kelahiran

Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran per 1000 penduduk.

Angka Fertilitas

Angka fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup per 1000 populasi wanita usia 15-44 tahun.

Kelahiran Hidup

Tanda utama kelahiran hidup adalah neonatus dapat bernapas. Tanda-tanda kehidupan lainnya meliputi denyut jantung dan gerakan spontan yang jelas dari otot volunter.

Lahir Mati (Still Birth)

Lahir mati ditandai oleh tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan pada saat atau setelah kelahiran.

Kematian Neonatal

Kematian neonatal terdiri atas kematian neonatal dini dan kematian neonatal lanjut. Kematian neonatal dini adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup dalam 7 hari setelah kelahiran. Kematian neonatal lanjut adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup lebih 7 hari sampai kurang 29 hari.

Angka Lahir Mati

Angka lahir mati adalah jumlah bayi yang dilahirkan mati per 1000 bayi yang lahir.

Angka Kematian Neonatal

Angka kematian neonatal adalah jumlah kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup.

Angka Kematian Perinatal

Angka kematian perinatal adalah jumlah bayi lahir mati ditambah kematian neonatal per 1000 kelahiran total.

Berat Badan Lahir Rendah

Berat badan lahir rendah adalah berat badan lahir kurang 2500 gram.

Bayi Cukup Bulan

Bayi cukup bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan 37-42 minggu atau 260-294 hari.

Bayi Kurang Bulan (Prematur)

Bayi kurang bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang 37 minggu.

Bayi Lewat Bulan

Bayi lewat bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan lebih 42 minggu.

Abortus

Abortus adalah pengambilan atau pengeluaran janin atau embrio dari uterus selama paruh pertama masa kehamilan (20 minggu atau kurang) atau berat badan lahir kurang 500 gram atau panjang badan lahir 25 cm atau kurang.

Kematian Ibu Langsung

Kematian ibu langsung disebabkan komplikasi obstetri dari kehamilan, persalinan atau puerperium dan akibat intervensi, kelahiran, dan terapi tidak tepat.

Kematian Ibu Tak Langsung

Kematian ibu tak langsung disebabkan oleh penyakit yang timbul selama kehamilan, persalinan atau puerperium dan diperberat oleh adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan. Misalnya kematian ibu karena komplikasi stenosis mitral.

Kematian Non Maternal

Kematian non maternal disebabkan oleh kecelakaan atau faktor kebetulan yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehamilan.

Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat proses reproduktif per 100.000 kelahiran hidup.

Sebab-sebab umum kematian ibu yaitu :
1. Perdarahan
2. Hipertensi
3. Infeksi

Perdarahan

Perdarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas perdarahan post partum, perdarahan berkaitan abortus, perdarahan akibat kehamilan ektopik, perdarahan akibat lokasi plasenta abnormal atau ablasio plasenta (plasenta previa dan absupsio plasenta), dan perdarahan karena ruptur uteri.

Hipertensi

Hipertensi yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas hipertensi yang diinduksi kehamilan dan hipertensi yang diperberat kehamilan. Hipertensi umumnya disertai edema dan proteinuria (pre eklamsia). Pada kasus berat disertai oleh kejang-kejang dan koma (eklamsia).

Infeksi

Infeksi nifas atau infeksi panggul post partum biasanya dimulai oleh infeksi uterus atau parametrium tetapi kadang-kadang meluas dan menyebabkan peritonitis, tromboflebitis dan bakteriemia.

Alasan menurunnya angka kematian ibu :
– Transfusi darah
– Anti mikroba
– Pemeliharaan cairan elektrolit, keseimbanngan asam-basa pada komplikasi-
komplikasi serius kehamilan dan persalinan.

Kematian reproduktif adalah kematian akibat kehamilan dan penggunaan teknik-teknik untuk mencegah kehamilan (teknik kontrasepsi).

Kematian Perinatal

Kematian neonatus yang terbanyak adalah :
1. Berat badan lahir rendah
2. Cedera susunan saraf pusat akibat hipoksia in utero dan cedera traumatik
selama persalinan dan kelahiran
3. Malformasi kongenital

Sumber :
Cunningham, Mac Donald, Gant. Obstetri Williams, ed. ke-18. dr. Joko Suyono & dr. Andry Hartono (penerj.). Jakarta : EGC.

“KONTRASEPSI”

Posted On June 29, 2007

Filed under kebidanan

Comments Dropped leave a response

KONTRASEPSI MANTAP PADA WANITA

Kontrasepsi mantap pada wanita disebut tubektomi, yaitu tindakan memotong tuba Fallopii / tuba uterina. Sedangkan pada pria, kontrasepsi mantap dinamakan vasektomi, yaitu tindakan memotong vas deferens. Tulisan berikut ini hanya membahas tentang tubektomi.

Tubektomi merupakan tindakan medis berupa penutupan tuba uterina dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka panjang sampai seumur hidup. Kadang-kadang tindakan ini masih dapat dipulihkan seperti semula.

Dahulu tindakan ini disebut sterilisasi dan dilakukan atas indikasi medis, seperti kelainan jiwa, kemungkinan kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu atau penyakit keturunan. Kini tubektomi dilakukan untuk membatasi jumlah anak.

Cara melakukan sterilisasi telah mengalami banyak perubahan. Pada abad ke-19, sterilisasi dilakukan dengan mengangkat uterus atau kedua ovarium. Pada tahun 50-an dilakukan dengan memasukkan AgNO3 melalui kanalis servikalis ke dalam tuba uterina. Pada akhir abad ke-19 dilakukan dengan mengikat tuba uterina namun cara ini mengalami banyak kegagalan sehingga dilakukanlah pemotongan dan pengikatan tuba uterina. Dulu, sterilisasi ini dibantu oleh anestesi umum dengan membuat sayatan / insisi yang lebar dan harus dirawat di rumah sakit. Kini, operasinya tanpa dibantu anestesi umum dengan hanya membuat insisi kecil dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Tubektomi dapat dilakukan pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval haid.

Pasca persalinan, tubektomi sebaiknya dilakukan dalam 24 jam pertama atau selambat-lambatnya 48 jam pertama. Apabila lewat dari 48 jam maka tubektomi akan dipersulit oleh edema tuba uterina, infeksi dan kegagalan. Edema tuba uterina akan berkurang setelah hari VII-X pasca persalinan. Tubektomi setelah hari itu akan lebih dipersulit oleh adanya penciutan alat-alat genital dan mudahnya terjadi perdarahan.

Ada 4 cara tindakan untuk mencapai tuba uterina yaitu laparotomi biasa, laparotomi mini, kolpotomi posterior dan laparoskopi.

Ada 6 cara melakukan tubektomi yaitu cara Pomeroy, Krooemer, Irving, pemasangan cincin Falope, klip Filshie dan elektro-koagilasi disertai pemutusan tuba uterina.

Laparotomi Biasa

Tindakan ini paling banyak dilakukan pada tubektomi di Indonesia sebelum tahun 70-an. Tubektomi dengan tindakan laparotomi biasa dilakukan terutama pasca persalinan. Selain itu, dapat dilakukan bersamaan dengan seksio sesarea.

Laparotomi Mini

Tindakan ini paling mudah dilakukan 1-2 hari pasca persalinan. Saat itu, uterus masih besar, tuba uterina masih panjang dan dinding perut masih longgar sehingga mudah dalam mencapai tuba uterina dengan sayatan kecil 1-2 cm dibawah pusat.

Pasien dibaringkan. Lipatan kulit dibawah pusat yang berbentuk bulan sabit ditegangkan antara 2 buah doek klem hingga menjadi lurus. Pada tempat lipatan itu, dilakukan sayatan kecil 1-2 cm sampai hampir menembus rongga peritoneum.

Sumber :
Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro, DSOG, Ilmu Kebidanan, ed. III, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka, 1999.

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) / INTRA UTERINE DEVICE (IUD)

Alat dalam rahim (IUD) adalah alat yang terbuat dari polietilen dengan atau tanpa metal / steroid dan ditempatkan dalam rongga rahim. (1)

Jenis alat dalam rahim :
1. Inert, terbuat dari plastik (Lippes Loop) atau baja antikarat (the Chinese Ring).
2. Mengandung tembaga, CuT 380 A, CuT 200 C, Multiload (ML Cu 250 & 375) dan
Nova T.
3. Mengandung hormon steroid seperti progesteron dan levonorgestrel.

Mekanisme kerja yang pasti alat dalam rahim belum diketahui. (2,3)

Mekanisme kerja alat dalam rahim yang telah dikemukakan : (1,2,3)
– Timbulnya reaksi radang lokal non spesiffik di dalam rongga rahim sehingga
implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu. Munculnya lekosit
polimorfonuklear, makrofag, foreign body giant cells, sel mononuklear dan sel
plasma yang mengakibatkan lisisnya spermatozoa / ovum dan blastokis.
– Produksi lokal prostaglandin meningkat, menyebabkan terhambatnya implantasi
sel telur yang telah dibuahi.
– Pergerakan ovum yang bertambah cepat diddalam tuba Fallopii.
– Immobilisasi spermatozoa saat melewati kkavum uteri.
– Gangguan / terlepasnya blastokis yang beerimplantasi pada endometrium.
– Penelitian terakhir diduga alat dalam raahim juga mencegah spermatozoa
membuahi sel telur (mencegah fertilisasi).

Mekanisme kerja alat dalam rahim yang mengandung Cu :
1. Antagonisme kationik yang spesifik terhadap Zn terdapat dalam enzim karbonik
anhidrase yaitu salah satu enzim traktus genitalia wanita dimana Cu
menghambat reaksi karbonik anhidrase sehingga tidak memungkinkan
terjadinya implantasi; juga menghambat aktivitas alkali phosphatase.
2. Mengganggu pengambilan estrogen endogen oleh mukosa rahim dan jumlah DNA
dalam sel endometrium.
3. Mengganggu metabolisme glikogen.

Penambahan Ag pada alat dalam rahim yang mengandung Cu akan mengurangi fragmentasi Cu sehingga Cu lebih lama habisnya.

Mekanisme kerja alat dalam rahim yang mengandung hormon progesteron :
1. Gangguan proses pematangan proliferasi-sekretoris sehingga timbul penekanan
terhadap endometrium dan terganggunya proses implantasi (endometrium tetap
dalam fase proliferasi).
2. Lendir serviks lebih kental / tebal karena pengaruh progestin.

Penelitian alat dalam rahim secara acak oleh multisenter internasional, angka rata-rata hamil dengan rumus Pearl per 100 per tahun : (3)
– Progesteron-releasing 0,2
– Copper T 380 A 0,5
– Multiload 375 0,6
– Copper 220 C 0,9
– Nova T 1,2
– Multiload 250
– Copper T 200
– Lippes Loop D 2,8
– Double stainless steel ring 3,2

Keuntungan : (3)
– Sangat efektif. Angka kehamilan tahun peertama 0,3-1,0 per 100 wanita per tahun.
– Efektif untuk perlindungan jangka panjanng (sampai 8 tahun atau lebih) untuk
Copper T 380 A.
– Kesuburan segera kembali setelah alat daalam rahim diangkat.
– Tidak terganggu hubungan seksual suami-iisteri.
– Pemeriksaan ulang diperlukan hanya sekalli setahun.
– Murah
– Cocok untuk ibu menyusui.
– Tidak tergantung usia dengan syarat bereesiko rendah terinfeksi penyakit
hubungan seksual.

Kerugian : (3)
– Sebelum pemasangan alat dalam rahim, perrlu diperiksa dalam dan menyingkirkan
adanya infeksi saluran genitalia.
– Dapat meningkatkan resiko penyakit radanng panggul.
– Perlu prosedur pencegahan infeksi sewakttu pemasangan dan pencabutan.
– Bertambahnya darah haid dan rasa sakit sselama bulan pertama.
– Klien tidak dapat mencabut alat dalam raahim sendiri.
– Tidak melindungi klien terhadap penyakitt menular seksual, AIDS / HIV.
– Alat dalam rahim dapat keluar dari rahimm melalui kanalis servikalis hingga keluar
ke vagina.
– Bertambahnya resiko mendapat penyakit raadang panggul pada pemakaian alat
dalam rahim yang dulu pernah menderita penyakit menular seksual atau punya
banyak pasangan seksual.

Waktu pemasangan : (4,5,6,7)
1. Dapat dipasang setiap waktu (asal tidak hamil).
2. Bila dipasang menjelang haid terakhir
– Kemungkinan adanya kehamilan kecil.
– Serviks lebih lunak dan sedikit terbuka.
– Perdarahan dan nyeri kurang dirasakan.
3. Sehari setelah haid bersih.
4. Segera setelah melahirkan.
5. 40 hari setelah melahirkan.
6. Segera setelah abortus.

Teknik pemasangan : (4,5,6,7)
1. Push out technique : Lippes loop
2. Withdrawl technique : CuT 380 A, Cu T 200, Cu 7, ML Cu

Efek samping penggunaan alat dalam rahim : (7)
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Keputihan
4. Ekspulsi alat dalam rahim
5. Perforasi / translokasi
6. Nyeri haid
7. Nyeri senggama
8. Mules / nyeri perut
9. Keluhan suami

Penanganan efek samping penggunaan alat dalam rahim : (7)
1. Perdarahan :
– Vitamin : Vitamin K 3 x 1 per hari (3-5 hari); vitamin C 3 x 1 per hari (3-5 hari)
– Koagulansia : Adona 3 x 1 per hari (3-5 hari)
– Zat besi
2. Infeksi :
– Antibiotik : Amoksisilin 3 x 500 mg per hari (3-5 hari), teramisin 3 x 500 mg
per hari, eritromisin 3 x 500 mg per hari, penisilin injeksi 80.000 IU per hari (3-
5 hari).
– Bila pengobatan tidak berhasil maka alat dalam rahim dicabut dan diganti
dengan kontrasepsi lain.
3. Keputihan :
– Memberikan obat vaginal seperti albotyl bila ada erosi porsio.
– Pengobatan disesuaikan dengan penyebab keputihan.
– Bila pengobatan tidak menolong, alat dalam rahim dicabut dan diganti dengan
cara lain.
4. Ekspulsi alat dalam rahim :
– Alat dalam rahim yang terlalu kecil, ganti dengan alat yang lebih besar.
– Alat dalam rahim yang terlalu besar, ganti dengan alat yang lebih kecil.
5. Perforasi / translokasi :
– Pastikan terjadinya perforasi dengan sondase.
– Rujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan foto BNO, USG dan pertolongan lebih
lanjut.
– Laparatomi / laparoskopi atau kuldoskopi.
6. Nyeri haid :
– Analgetik, spasmolitik.
– Bila tidak berhasil, ganti alat dalam rahim yang baru dan cocok serta beri
antibiotik.
7. Nyeri senggama :
– Antibiotik bila terjadi infeksi.
8. Mules / nyeri perut :
– Analgetik, spasmolitik atau kombinasi keduanya.
– Bila alat dalam rahim mengalami ekspulsi sebagian maka alat tersebut
dikeluarkan dan ganti dengan alat yang baru.
9. Keluhan suami :
– Bila benang panjang, potong lebih pendek.

Indikasi (4,5,6,7)

Alat dalam rahim merupakan metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita dengan 1 atau lebih ciri sebagai berikut :
– Menyukai metode kontrasepsi yang efektiff dan berjangka panjang tetapi belum
menerima metode permanen saat ini.
– Menyukai metode kontrasepsi yang praktiss (tidak perlu metode barrier atau
menelan pil setiap hari).
– Punya anak 1 atau lebih.
– Sedang menyusui dan ingin memakai kontraasepsi.
– Tidak suka metode kontrasepsi hormonal.
– Wanita perokok berat (15 batang rokok attau lebih setiap hari), umur 35 tahun
atau lebih.
– Beresiko rendah mendapat penyakit menulaar seksual.

Kontraindikasi (4,5,6,7)

Alat dalam rahim tidak boleh dipasang pada keadaan :
– Dugaan hamil.
– Sedang atau sering terkena infeksi pangggul (gonorea, chlamidia) atau servisitis
dengan cairan mukopurulen.
– Menderita keputihan berbau dari saluran serviks / gonorea atau servisitis chlamidia.
– Perdarahan vagina yang belum diketahui ssebabnya.

Alasan pencabutan alat dalam rahim : (5)
1. Atas permintaan sendiri : ingin hamil lagi, ingin ganti cara kontrasepsi.
2. Alasan medis : erosi hebat, perdarahan banyak, nyeri berlebihan yang tidak
teratasi dengan pengobatan, infeksi berat yang tidak terobati dengan antibiotik,
hamil dengan alat dalam rahim (hamil kurang 13 minggu), dan keputihan yang
tidak terobati dengan pengobatan.

Cara pencabutan : (4,5,6,7)
– Dapat dilakukan setiap saat tetapi lebihh mudah dilakukan pada saat haid.
– Bila benang terlihat, pengangkatan dilakkukan dengan menarik benang tersebut.
– Bila tidak berhasil diangkat, kanalis seervikalis dilebarkan dengan dilatator Hegar
dalam anestesi lokal para servikalis atau dengan batang laminaria.
– Bila benang alat dalam rahim tidak terliihat dapat dicoba dengan Mi-Mark helix.
– Kalau benang tidak ditemukan, alat dalamm rahim dikeluarkan dengan cunam
buaya, pengait logam atau mikrokuret dengan anestesi lokal para servikal.

Daftar Pustaka
1. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)
dalam : Panduan Pelayanan KB IDI. Jakarta : PB IDI. 1988 : 37-59.
2. Chan C. et.al. Intrauterina Contraception in : Fathalla MF, Rosenfiled A, Indriso C.
eds. Family Planning. New York : the Parthenon Publishing Group Inc.. 1990 : 85-
109.
3. WHO. Contraceptive Methods, in : Contraceptive Method Mix Guidelines for Policy
and Service Delivery. Geneva : World Health Organization. 1994 : 14-47.
4. Waspodo D, dkk. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) dalam : Saifuddin AB,
Djajadilaga, Affandi B, Bimo eds. Buku Acuan Nasional Pelayanan Keluarga
Berencana. jakarta : NRC POGI – Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo.
1996 : 1-54.
5. Mc Intosh N, Kinzie B, Blause A. Pemasangan dan Pencabutan AKDR dalam :
Angsar I. Panduan AKDR untuk Program Pelayanan Keluarga Berencana.
Baltimore : JHPIEGO. 1993 : 1-11.
6. Mc Intosh N, Kinzie B, Blause A. Pasca Pemasangan dan Perawatan Tindak Lanjut
dalam : Angsar I. Panduan AKDR untuk Program Pelayanan Keluarga Berencana.
Baltimore : JHPIEGO. 1993 : 1-6.
7. Mc Intosh N, Kinzie B, Blause A. Penatalaksanaan Efek Samping dan Masalah
Kesehatan Lainnya dalam : Angsar I. Panduan AKDR untuk Program Pelayanan
Keluarga Berencana. Baltimore : JHPIEGO. 1993 : 1-6.

Sumber :
Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.

PIL KONTRASEPSI

Pil kontrasepsi adalah hormon steroid yang dipakai untuk keperluan kontrasepsi dalam bentuk pil.

Macam-macam pil kontrasepsi :
1. Pil oral kombinasi : mengandung estrogen dan progestin. (2,3,4)
2. Pil mini : hanya mengandung progestin. (2,3,4)

Pil Oral Kombinasi
__________________

Estrogen dalam pil oral kombinasi : etinil estradiol dan mestranol. (2,3) Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. (2,3) Dosis estrogen 35 mcq sama efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan. (4)

Progestin dalam pil oral kombinasi : noretindron (2,3), etindiol diasetat (2,3), linestrenol (4), noretinodel (2), norgestrel (2,3), levonogestrel (3,4), desogestrel (3,4) dan gestoden (3,4).

Pil oral kombinasi mempunyai 2 kemasan :

1. Kemasan 28 hari

7 pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari.

2. Kemasan 21 hari

Seluruh pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari tanpa pil akan menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan baru) pasien mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi pasien harus memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah menyelesaikan siklus sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika pasien merasa mungkin hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien yakin ia minum pil dengan benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut sesuai jadwal walaupun haid tidak terjadi.

Mekanisme kerja pil oral kontrasepsi : (2,3,4)
– Menghambat ovulasi (2,3,4)
– Membuat endometrium menjadi media tidak baik untuk implantasi. (2,3)
– Lendir serviks menjadi kental. (2,3,4)
– Menekan perkembangan telur yang telah diibuahi. (4)
– Memperlambat transportasi ovum. (4)

Kontra indikasi absolut pil oral kombinasi :
1. Tromboplebitis atau tromboemboli.
2. Sebelumnya dengan tromboplebitis atau tromboemboli.
3. Kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner.
4. Diketahui atau diduga karsinoma mammae.
5. Diketahui atau diduga karsinoma endometrium.
6. Diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen.
7. Perdarahan abnormal genitalia yang tidak diketahui penyebabnya.
8. Adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar.
9. Diketahui atau diduga hamil.
10. Gangguan fungsi hati.
11. Tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang
mengandung estrogen.

Kontra indikasi relatif pil oral kombinasi :
1. Sakit kepala (migrain).
2. Disfungsi jantung atau ginjal.
3. Diabetes gestasional atau pre diabetes.
4. Hipertensi.
5. Depresi.
6. Varises.
7. Umur lebih 35 tahun, perokok berat
8. Fase akut mononukleosis.
9. Penyakit sickle cell.
10. Asma.
11. Kolestasis selama kehamilan.
12. Hepatitis atau mononukleosis tahun lalu.
13. Riwayat keluarga (orang tua, saudara) yang terkena penyakit rheumatik yang
fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun.
14. Kolitis ulseratif.

Keuntungan pil oral kombinasi :
1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi. (2,4)
2. Resiko terhadap kesehatan sangat baik. (4)
3. Tidak mengganggu hubungan seksual. (4)
4. Mudah digunakan. (4)
5. Mudah dihentikan setiap saat. (4)
6. Mengurangi perdarahan saat haid. (2,3)
7. Mengurangi insidens gangguan menstruasi. (2,3)
8. Mengurangi insidens anemia defisiensi besi. (2,3)
9. Mengurangi insidens kista ovarium. (2,3)
10. Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
11. Mengurangi karsinoma endometrium. (2,3)
12. Mengurangi infeksi radang panggul. (2)
13. Mengurangi osteoporosis. (2)
14. Mengurangi rheumatoid artritis.
15. Mengurangi kehamilan ektopik. (2)

Kerugian pil oral kombinasi :
1. Mahal
2. Penggunaan pil harus :
a. Minum pil setiap hari.
b. Bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
3. Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
4. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin,
fenilbutason dan antibiotik tertentu).
5. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
6. Efek samping ringan jarang namun dapat berupa :
a. Amenorea, mual.
b. Rasa tidak enak di payudara
c. Sakit kepala.
d. Mengurangi ASI.
e. Berat badan meningkat.
f. Jerawat.
g. Perubahan mood.
h. Pusing.
i. Retensi cairan, tekanan darah tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun
bisa berbahaya khususnya buat perokok.

Cara minum pil oral kombinasi pada pasien postpartum yang tidak menyusui : (4)
1. Mulai minum pil setelah 3 minggu post partum.
2. Jika pasien sudah 6 minggu post partum dan sudah melakukan hubungan
seksual, lebih baik menunggu haidnya sebelum mulai minum pil namun
sementara gunakan metode barier.

Cara minum pil oral kombinasi pada pasien postpartum yang menyusui : (4)
1. Tentukan apakah hanya cara penyusuan cukup sebagai metode kontrasepsi. Jika
pasien sudah haid pertama atau bayinya sudah mendapat makanan, cara
penyusuan tidak cukup sebagai metode kontrasepsi.
2. Bila ibu yang menyusui butuh kontrasepsi tambahan, anjuran yang tepat :
– Kondom atau metode barier lain.
– Metode pil mini (dapat memulai 6 minggu post partum).
– Alat dalam rahim.
– Kontrasepsi mantap.
– Pil kombinasi bila metode lain tidak diterima (mulai pil kombinasi dosis rendah
tidak lebih dini dari 6 jam post partum). Bila post partum lebih 6 bulan atau
telah haid kembali, sebaiknya menunggu periode haid pertamanya sebelum
mulai minum pil namun sementara gunakan barier.
3. Sebaiknya minum 1 pil setiap hari. Lebih baik pada saat yang sama di setiap hari.
4. Mulailah kemasan pertama pada 5 hari pertama siklus haid kecuali pil trifase
diminum pada hari pertama dari siklus haid. (3)
5. Bila mengalami perdarahan saat pasien mulai minum pil diantara siklus haid dan
tidak berbahaya, dianjurkan untuk melanjutkan minum pil setiap hari.
6. Jika ada rasa mual, pening atau sakit kepala karena tubuh sedang
menyesuaikan diri dengan pil tersebut, biasanya perasaan tidak enak akan
menghilang setelah minum 1 atau 2 kemasan pil, cobalah minum pil saat
hendak tidur atau saat makan malam. Bila perasaan tidak enak menetap,
silahkan kembali ke klinik.
7. Bila paket 28 pil telah habis, sebaiknya mulai minum pil dari paket baru. Bila
paket 21 pil telah habis, sebaiknya tunggu 1 minggu lalu mulai minum pil dari
paket baru.
8. Bila lupa minum 1 pil sebaiknya minum pil tersebut segera setelah diingat
walaupun harus minum 2 pil pada hari yang sama.
9. Bila lupa minum 2 pil atau lebih sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai
terkejar. Sebaiknya juga menggunakan metode KB lain atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai paket pil tersebut habis.
10. Setiap kali pil tidak diminum akan meningkatkan kemungkinan hamil.
11. Bila pasien tidak mendapat 2 atau lebih siklus haid sebaiknya datang ke klinik
untuk memeriksa kehamilan.
12. Bila pasien sering lupa minum pil atau sering putus minum pil, sebaiknya pasien
dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi lain.
13. Efektivitas : pil kombinasi 99,9 % efektif jika digunakan secara benar. (4)

Pil Mini
________

Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui.(4) Dosis progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil kombinasi.(4) Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang.(3) Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang sama(5) selama siklus haid bahkan selama haid.(4)

Keuntungan pil mini :
– Sangat efektif apabila digunakan secara benar. (3,4)
– Tidak mempengaruhi air susu ibu. (3,4)
– Nyaman, mudah digunakan. (4)
– Tidak mengganggu hubungan seksual. (4)

Kerugian pil mini : (4)
– Mahal
– Menjadi kurang efektif bila menyusui berrkurang.
– “Breaktfrough bleeding” perdarahan bercaak, amenorea dan haid tidak teratur.
– Harus diminum setiap hari (bila lupa minnum maka kemungkinan hamil).
– Gejala khusus : nyeri kepala, perubahan mood, penambahan atau penurunan
berat badan, payudara menegang, nausea, pusing, dermatitis atau jerawat,
hiersutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah muka)
sangat jarang.
– Bagi wanita yang pernah mengalami kehamiilan ektopik, pil mini tidak menjamin
akan melindungi dari kista ovarium di masa depan.
– Tidak melindungi dari penyakit menular sseksual, HBV, HIV/AIDS.

Kontraindikasi pil mini :
1. Wanita yang berusia lebih tua dengan perdarahan yang tidak diketahui
penyebabnya.
2. Ada riwayat kehamilan ektopik. (3)
3. Diketahui atau dicurigai hamil melalui anamnesis, gejala atau tanda kehamilan
positif. (4)
4. Benjolan di payudara atau dicurigai kanker payudara. (4)
5. Gangguan tromboemboli aktif (bekuan di tungkai, paru atau mata). (4)
6. Ikterus, penyakit hati aktif atau tumor hati jinak atau ganas. (4)

Mekanisme kerja pil mini : (4)
1. Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma.
2. Mencegah ovulasi (15-40 %).
3. Mengubah motilitas tuba.
4. Perubahan pada endometrium sehingga lebih sulit terjadi implantasi ovum yang
telah dibuahi.

Cara minum pil mini : (4)
1. Pil pertama dapat mulai diminum pada hari pertama siklus haid dan metode
perlindungan digunakan pada 7 hari pertama(5) atau 4-6 minggu post partum
walaupun haid belum kembali.
2. Pada pasien yang telah mencapai 9 bulan post partum disarankan agar beralih
ke pil kombinasi karena efektivitas pil mini menurun dengan berkurangnya
menyusui.
3. Ambil pil setiap hari pada saat yang sama (misalnya pada saat makan malam)
sampai habis 1 bungkus.
4. Pil-pil yang terlupakan selama 7 hari pertama :
– Bila lupa minum pil (lupa atau memuntahkan kembali) atau terlambat minum
pil segera diingat dan gunakan metode perlindungan selama 48 jam.
– Bila pasien lupa minum 2 pil, minum 2 pil saat diingat dan gunakan metode
perlindungan sampai akhir bulan.
– Bila pasien mengalami spotting atau perdarahan selama masa interval, tetap
minum pil sesuai jadwal. Perdarahan terjadi biasanya selama bulan-bulan
pertama. Atau bila mengalami nyeri perut hebat, kram atau demam maka
konsul ke dokter.
5. Diberi dorongan untuk menggunakan kondom selain memakai pil mini
– Bila terdapat kemungkinan klien terpapar penyakit menular seksual, termasuk
AIDS.
– Klien lupa minum pil.
– Memakai spermisid bila kondom tidak dapat diterima.

Contoh pil mini : (5)
– Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron.
– Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
– Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
– Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
– Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat.

Daftar Pustaka
1. Saifuddin AB. Kontrasepsi. Dalam : Ilmu Kebidanan. Ed. I. Jakarta : Yayasan Bina
pustaka Sarwono Prawiroharjo. 1991. 915-921.
2. Pernoll LM, Benson CR. Contraception. In : Benson CR, Pernoll LM. Handbook of
Obstetrics and Gynecology. 9th ed. New York : Mc. Graw-Hill International Inc.
1993. 1321-1340.
3. Cunningham FG. Mc. Donald CP, Gant FN, Leveno JK, Gilstrap CL. Family Planning.
In : Williams Obstetrics 19th ed. New Jersey : Pratice-Hall International Inc. 1993.
1321-1340.
4. Saifuddin AB. Djajadilaga, Afandi B, Bimo. Kontrasepsi Oral. Dalam : Buku Acuan
Nasional Pelayanan Keluarga Berencana. Ed. I. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo. 1996. 8-25, 8-35.
5. Speroff L, Glass RH, Kase NG, Oral Contraception. In : Clinical Gynecologic
Endocrinology and Infertility. 5th ed. Baltimore : Williams and Wilkins. 1994 : 715-
763.

Sumber :
Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.

Next Page »