Vitamin D Selama Remaja Mungkin Kurangi Risiko Kanker Payudara

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Data dari studi yang didasarkan pada penduduk mendukung teori bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko serangan kanker pyudara, dan menyarankan bahwa pemberian vitamin D relatif pada usia muda mungkin sangat penting.

Dr Julia A Knight dari Mount Sinai Hospital, Toronto, melaporkan temuan timnya di Washington, Selasa, pada pertemuan tahunan Perhimpunan Peneliti Kanker Amerika.

“Kami menemukan bukti bahwa banyak faktor berkaitan dengan pemberian vitamin D –termasuk dari sinar matahari dan sumber makanan (minyak ikan cod, susu yang diperkuat, beberapa jenis ikan)–memiliki hubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara. Khususnya, kami melihat ini dalam pemberian (vitamin D) selama masa remaja,” kata Knight.

Temuan tersebut didasarkan atas studi yang membandingkan 576 perempuan, dalam usia 20 sampai 59 tahun, dan didiagnosis terserang kanker payudara dan 1.135 perempuan “yang sehat terkendali” dengan usia yang sama.

Ada bukti mengenai pengurangan besar resiko kanker payudara, seperti orang yang bekerja di luar rumah dan jumlah kegiatan di luar rumah pada usia 10 sampai 19 tahun dan 20 sampai 29 tahun.

Konsumsi minyak ikan cod selama 10 tahun atau lebih juga berhubungan dengan pengurangan resiko kanker payudara, demikian juga halnya dengan konsumsi lebih dari sembilan gelas susu per perkan dibandingkan dengan perempuan yang mengkonsumsi kurang dari lima gelas pada usia 20 sampai 29 tahun.

Knight menyimpulkan, “Bukti bertambah bahwa vitamin D mungkin mengurangi resiko kanker payudara, dan apa yang kami lihat sejalan dengan pendapat bahwa apa yang terjadi pada perkembangan kanker payudara pada masa remaja mungkin mempengaruhi resiko kanker payudara pada masa depan.”

Sumber: Media Indonesia Online.

Advertisements

Formalin Sebabkan Gangguan Menstruasi & Infertilitas Wanita

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Masyarakat yang mengkonsumsi makanan mengandung formalin, menurut Dra Erna Suryati Apt MKes dari Dinas Kesehatan DIY, bisa menyebabkan gangguan persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Dan pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.

”Gangguan formalin untuk jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.”
Hal itu dikatakan oleh Erna ketika tampil berbicara pada Workshop tentang formalin, yang diadakan oleh Majalah Agribisnis Peternakan Populer Gallusia Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Selasa (17/1).

Menurut Erna, formalin tidak hanya dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dapat diserap oleh kulit dan dapat juga terhirup melalui pernapasan. Oleh karena itu, kontak langsung dengan bahan tersebut tanpa menelannya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

”Sampai sejauh ini, informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok makan) dapat menyebabkan kematian,” tambahnya.

Dikatakan lebih lanjut, ciri-ciri umum pada beberapam makanan yang diduga mengandung formalin untuk jenis mie basah adalah tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Bau mie agak menyengat yakni bau khas formalin, dan mie basah tersebut tidak lengket serta lebih mengkilap dibanding mie tanpa formalin.

Sedangkan tahu yang mengandung formalin tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu keras namun tidak padat dan bau agak menyengat khas formalin.

Bakso yang mengandung formalin tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar dan memiliki tekstur sangat kenyal. Sedangkan ikan segar berformalin tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, warna ingsang merah tua dan tidak cemerlang, serta bau menyengat khas formalin.

Sementara ikan asin mengandung formalin dengan ciri-ciri tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih cerah namun tidak berbau khas ikan asin.
”Ciri-ciri itu memang hanya bersifat umum, namun setidaknya dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita tentang ciri makanan yang diduga mengandung formalin. Karena kita harus tetap waspada, jangan sampai makanan yang dikonsumsi malah menyebabkan penyakit,” imbuhnya.

Sedangkan contoh untuk bahan pengawet yang umum digunakan pada beberapa jenis makanan adalah benzoat, propionat, nitrit, sorbat, dan juga sulfit.

Oleh karena itu, disarankan oleh Erna perlu sosialisasi penggunaan pengawet makanan yang aman secara terus menerus dan perlu pengawasan beredarnya makanan mengandung formalin oleh instansi terkait secara berkelanjutan.


”Disamping itu juga perlu pengaturan hukum yang tegas untuk mengurangi beredarnya makanan yang mengandung bahan berbahaya di pasaran.” Demikian Dra Erna Suryati Apt MKes.

Sumber: SuaraMerdeka

Vit D Berkaitan Dengan Berat Badan Bayi

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Tidak salah jika selama kehamilan, seorang wanita disarankan untuk banyak mengkonsumsi vitamin D yang bisa didapat dari meminum susu atau suplemen. Studi yang dilakukan oleh tim dari McGill University, Kanada atas 300 wanita hamil menunjukkan konsumsi vitamin D selama kehamilan erat kaitanya dengan berat badan bayi saat dilahirkan.

Karena jika seorang wanita hamil hanya sedikit mengkonsumsi vitamin D maka akan membuat bayi yang dilahirkan juga akan memiliki berat badan yang ringan.

Bagi para periset dari McGill University, seperti yang dipublikasikan melalui `the Canadian Medical Association Journal` menemukan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam perkembangan janin.

Kepada 300 wanita hamil yang dilibatkan dalam penelitian ini, tim memberikan sebuah kuesioner yang harus dijawab.

Pertanyaan berupa diet dan gaya hidup para wanita hamil termasuk berapa banyak susu yang mereka konsumsi dan jumlah suplemen saat mereka menjalani masa kehamilan.

Susu banyak mengandung protein, riboflavins dan kalsium yang merupakan sumber dari vitamin D.

Selain susu, vitamin D bisa didapat secara alami dari pancaran sinar matahari.

Dengan kondisi seperti itu masih banyak orang yang mengalami kekurangan vitamin D dan mereka sulit mendapatkan vitamin D dari sumber makanan sekalipun.

Pada penelitian atas 300 wanita hamil ini, tim periset menemukan fakta bahwa para wanita yang setidaknya mengkonsumsi 250 ml susu setiap harinya memiliki jumlah vitamin D dan protein yang dianggap kurang bila dibandingkan dengan wanita hamil yang mengkonsumsi diatas jumlah 250 ml.

Setiap konsumsi tambahan 250 ml susu setiap harinya, tim mencatat ada kenaikan 41 gram pada berat badan bayi saat dilahirkan.

Jika kurang maka, sang wanita akan melahirkan bayi yang berat badanya kurang.

Konsumsi vitamin D untuk setiap satu mgram akan memiliki kaitan kenaikan berat badan bayi saat dilahirkan sebanyak 11 gram.

Sementara tingkat protein dan kalsium tidak ditemukan kaitanya dengan berat badan bayi.

Dalam paparanya melalui `the Canadian Medical Association Journal` ini para peneliti menyatakan kekuatiranya dengan semakin meningkatnya para wanita yang membatasi konsumsi susu selama kehamilan.

Menurut para peneliti, tindakan para wanita hamil itu tidak bisa disalahkan karena mereka melakukanya dengan sejumlah alasa termasuk untuk membatasi tingkat lactosa dan melindungi bayi dari alergi.

Dengan pertimbangan itulah, tim periset masih menyakini bahwa susu dan vitamin D sanagt penting sebagai nutrisi selama kehamilan termasuk untuk perkembangan sang anak nantinya.

Temuan tim dari McGill University ini mendapatkan dukungan dari Professor Bruce Hollis yang merupakan periset asal `Medical University of South Carolina` (AS).

Pada jurnal yang sama Profesor Bruce Hollis, melihat vitamin D sangat erat kaitanya denagn `neurodevelopment`, fungsi kekebalan dan kemungkinan terjadinya penyakit kronis.

“Penelitian ini sangat penting karena mampu menunjukan keuntungan dari vitamin D,’ ujar Profesor Hollis.

Sebuah penelitian menyebut berat badan yang rendah saat bayi dilahirkan akan berkaitan dengan penyakit diabetes yang akan dialami oleh anak dikemudian hari.

Hubungan konsumsi vitamin D dengan berat badan bayi saat dilahirkan sebelumnya juga pernah disoal hanya saja penelitian sebelumnya menyebut bahwa konsumsi vitamin D selama kehamilan akan membuat anak memiliki kesehatan tulang yang kuat dikemudian hari.


Sumber: JakNews.com

Tertinggi di Asia, Angka Kematian Ibu Melahirkan

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia termasuk tertinggi di kawasan Asia, yakni 307/100.000 kelahiran. Reformasi selama hampir enam tahun berjalan tidak memperbaiki persoalan perempuan Indonesia. Kasus kekerasan, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, rendahnya pendidikan, serta dominasi kaum pria dalam rumah tangga masih terjadi.

Staf Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Pingky Saptandari dalam seminar tentang “Peran Kultural Perempuan dalam Pembangunan”, di Kupang, Jumat (17/11), mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 307/100.000 kelahiran, termasuk tertinggi di kawasan Asia.

Provinsi penyumbang kasus kematian ibu melahirkan terbesar ialah Papua 730/100.000 kelahiran, Nusa Tenggara Barat 370/100.000 kelahiran, Maluku 340/100.000 kelahiran, dan Nusa Tenggara Timur 330/100.000 kelahiran. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dari masa Orde Baru. Reformasi yang terjadi hampir enam tahun tidak mampu memperbaiki sejumlah kasus yang menimpa kaum perempuan, terutama ibu melahirkan.

Kasus kekerasan dalam keluarga, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, pendidikan rendah, dan dominasi pria dalam rumah tangga masih menimpa sebagian besar perempuan.

“Meski reformasi ini ada sejumlah provinsi membentuk Biro atau Badan Pemberdayaan Perempuan, tetapi lembaga itu tidak didukung dengan dana dan kebijakan yang berpihak kepada perempuan sehingga hanya tampak kemasan saja, isinya kosong. Pemerintah daerah tidak memiliki kesungguhan mengangkat harkat dan kebijakan perempuan secara keseluruhan terutama menekan angka kematian ibu melahirkan,” kata Pingky.

Faktor sosial budaya juga menjadi salah satu penyebab buruknya kondisi kesehatan dan gizi kaum perempuan. Di NTB, misalnya, masyarakat bisa membiayai naik haji dan membeli tanah tetapi tidak mampu memberi makan yang bergizi kepada ibu yang sedang hamil. Kondisi kesehatan ibu dan anak bayi sangat buruk, tetapi tidak diperhatikan karena dinilai bukan kebutuhan mendesak.

Gerakan Sayang Ibu dengan Program Siap Antar Jaga (Siaga) sejak tahun 2000 pun belum mampu memperbaiki nasib kaum perempuan. Suami masih sulit diajak berdialog dengan istri, atau kurang peduli terhadap kondisi kesehatan sang istri. (KOR)

Sumber: Harian Kompas, Senin, 20 November 2006

Kenali Perubahan Payudara

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Jangan panik dulu jika menemukan perubahan pada payudara Anda. Lebih baik kenali dulu aneka perubahan pada organ ini sehingga Anda bisa bertindak dengan cepat dan tepat.

Payudara adalah salah satu organ penting dan khas yang dimiliki perempuan. S ekali waktu, mungkin saja payudara Anda terasa sakit, keluar cairan dari puting, atau ada benjolan. Walau tidak selalu berbahaya, Anda tetap harus waspada, dan segera cari tahu penyebabnya.

Ada yang normal, ada yang tidak

Proses tumbuh kembang payudara antara lain dipengaruhi oleh aktivitas hormon, khususnya hormon estrogen. Selain pada payudara, hormon yang dihasilkan indung telur ini juga bertanggung jawab dalam mengembangkan sifat-sifat kelamin sekunder lainnya, seperti timbulnya rambut di daerah kemaluan, perubahan-perubahan dalam vagina sampai timbulnya haid.

Nah, bila terjadi ketidakseimbangan hormon, misalnya selama haid, biasanya payudara akan terasa penuh alias mengeras atau membesar. Kadang-kadang, akan teraba pula benjolan lunak yang terasa sakit saat menjelang haid.

Biasanya, benjolan tersebut akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya begitu haid usai. Asal tahu saja, semua perubahan ini termasuk normal dan tidak berbahaya. Apalagi, jika siklus haid Anda berlangsung normal (sekitar 24-31 hari sekali) dan lamanya berkisar antara 4-7 hari.

Sebaliknya, bila terjadi gangguan pada siklus haid, misalnya jadi tidak teratur, Anda sebaiknya waspada. Bukan apa-apa. Ketidakteraturan siklus haid menunjukkan adanya gangguan keseimbangan hormon seksual. Apalagi, bila gangguan tadi disertai timbulnya beberapa gejala lain (simak boks: “Haruskah ke Dokter Spesialis?”).

Atasi sedini mungkin

Sebagai catatan penting, perubahan apapun pada payudara Anda harus disikapi dengan hati-hati. Bila penyebabnya dapat diketahui sejak dini, maka upaya penanganan bisa dilakukan segera. Tindakan ini akan membuahkan hasil yang lebih baik. Itu sebabnya, cegahlah timbulnya gangguan kesehatan pada payudara dengan beberapa caranya berikut.

Buat catatan bulanan

Keteraturan siklus haid dapat diketahui dengan cara menghitung hari, bukan berdasarkan tanggal, setiap bulannya. Catatlah pula segala hal atau perubahan yang dirasakan menjelang, selama dan sesudah berlangsungnya haid. Segera temui dokter bila Anda mengalami hal-hal berikut:

Siklus haid kurang dari 14 hari atau lebih dari 35-40 hari sekali.

Lamanya haid lebih dari 14 hari.

Volume darah haid sangat banyak (sampai-sampai Anda perlu ganti pembalut sebanyak 10 kali per hari).

Hindari makanan tinggi lemak

Penelitian-penelitian telah menunjukkan, kemungkinan wanita yang mengonsumsi makanan tinggi lemak untuk terkena kanker payudara akan lebih tinggi dibandingkan mereka yang banyak mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Namun, belum diketahui apakah diet rendah lemak bisa benar-benar mencegah kanker payudara atau tidak.

Dalam jurnal kedokteran terbitan FKUI, Medical Journal of Indonesia edisi April-Juni 1999 dilaporkan, ada sejumlah hasil penelitian yang berkaitan dengan faktor risiko kanker payudara. Antara lain diungkapkan bahwa minum susu dan makan daging berlemak merupakan faktor risiko yang signifikan bagi munculnya kanker payudara. Begitu pula makanan dan minuman yang mengandung santan kelapa, terutama jika dikonsumsi setiap hari. Kok bisa?

A danya zat-zat lemak dalam makanan yang tidak dipecah dalam proses metabolisme tubuh bisa menyebabkan hormon estrogen di tubuh tidak bisa bekerja dengan oke. Akibatnya, bisa memudahkan tumbuhnya kista, miom dan gangguan lain pada organ yang aktivitasnya berhubungan dengan hormon estrogen, termasuk payudara.

Rajin-rajin lakukan “Sadari”

Sebenarnya, untuk mengetahui keadaan payudara Anda (apakah normal atau tidak), Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias Sadari secara rutin. Kapan persisnya?

Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan tiap bulan, kira-kira seminggu setelah siklus haid usai. Lebih-lebih, kalau ibu atau famili perempuan dekat Anda punya riwayat kanker payudara. Tak perlu menyalahkan “garis keturunan” keluarga besar Anda, karena tanggung jawab pemeliharaan kesehatan tubuh, termasuk payudara, terletak pada diri Anda sendiri.

Haruskah ke Dokter Spesialis?

A. Gejala yang tidak perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis:

• Wanita muda (kurang dari 35 tahun) dengan benjolan pada payudara dan terasa sakit.

• Wanita kurang dari 40 tahun dengan benjolan yang simetris.

• Wanita kurang dari 50 tahun dengan keluarnya cairan dari puting susu dan bukan berwarna merah. Maksud cairan di sini adalah:

• Keluar spontan atau tanpa dimanipulasi.

• Keluar dari satu atau ke-2 sisi payudara.

• Keluar cairan yang berhubungan dengan haid atau tidak, sedang hamil atau tidak, cedera rudapaksa, atau kelainan kelenjar gondok.

• Wanita dengan keluhan nyeri dan benjolan yang tidak jelas batasnya.

B. Gejala yang perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis:

• Benjolan:

• Berbatas tegas.

• Terdapat pada satu sisi (asimetris) setelah haid.

• Kista lebih dari satu, atau kista timbul kembali setelah disedot.

Nyeri:

• Berhubungan dengan adanya benjolan.

• Tidak dapat diatasi dengan pengobatan.

• Pada satu sisi payudara pada wanita pasca menopause.

Keluar cairan dari puting:

• Pada wanita umur lebih dari 50 tahun.

• Khusus wanita kurang dari 50 tahun, cairan berwarna merah dan spontan.

Kelainan posisi puting.

• “Tenggelam”.

• Kelainan kulit sekitar puting (seperti eksim).

Kelainan kulit payudara.

• Bentuk seperti kulit jeruk yang tebal.

• Warna kemerahan.

Kamus Istilah

Kista: benjolan yang berongga dan berisi zat cair yang kental menyerupai bubur.

Miom: tumor jaringan otot.

Cedera rudapaksa: luka akibat perkosaan.

sumber: http://www.ayahbunda-online.com

Stres di Balik Kanker

Posted On March 4, 2009

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

Lakukan pemeriksaan payudara secara berkala agar serangan kanker bisa dihindari.

Stres ternyata banyak yang mengundang. Di rumah, ketika terjadi perselisihan dengan pasangan dan perseteruan tak kunjung padam, stres pun menjadi teman Anda. Di kantor, manakala pekerjaan menumpuk sedangkan Anda tidak memiliki tim kerja yang baik, stres langsung hinggap. Saat badan dalam kondisi tidak sehat, apalagi diagnosis dokter menyebutkan Anda menderita kanker payudara, stres langsung menyapa. Tak mengherankan, dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melibat 236 perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara, ditemukan hampir 50 persen dari mereka mengalami gangguan emosional atau menunjukkan gejala kelainan kejiwaan, seperti depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Dalam sejumlah kasus, memang gangguan ini tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, ditemukan 21 persen yang mengalami kelainan jiwa, 11 persen depresi berat dan 10 persen PTSD. Mayoritas mengalami problem kejiwaan menengah hingga gangguan emosional berat sebanyak 41 persen. Semua atau 100 persen pasien ketika dipaparkan hasil diagnosisnya langsung dilanda cemas. Kemudian 96 persen menyatakan khawatir memikirkan ketidakjelasan perawatan yang akan dijalaninya (96 persen) dan yang merasa cemas akan terjadinya perubahan fisik mencapai 81 persen. Apabila terdeteksi kanker payudara, Anda sebenarnya tidak perlu gelisah dan putus asa. Setelah ditentukan stadiumnya, Anda dapat menjalani pengobatan yang terdiri atas pembedahan, kemoterapi, radioterapi, hormonal, dan kombinasi. Dalam seminar “Deteksi Dini Kanker Payudara” yang digelar oleh Yayasan Kanker Indonesia dan GE Electronic di gedung RNI, Jakarta, Selasa pekan lalu, ada Widarti yang bertutur soal payudaranya yang utuh cuma satu. Namun, ia sudah terbebas dari kanker stadium 3B. Ada pula Jane Marry, 40 tahun, dengan kasus berbeda. Ibu satu anak ini mengatakan, ketika remaja pada 1986, ia merasakan benjolan di payudara kanannya. Hasil pemeriksaan medis adalah tumor jinak. Sampai kemudian ia memutuskan menjalani operasi. Lalu, pada 2001, Marry divonis mengidap kanker stadium 2A. Ukuran benjolannya 3 x 4 sentimeter di payudara kiri. Hingga ketika bayinya berusia 18 bulan, buah hatinya itu tidak mau menyusu di payudara kiri tersebut. “Saya pindahkan ke payudara kanan, anak saya menyusu dengan nyaman” kata pemenang lomba foto Breast Friend ini mengenang. Sekarang, ia sudah terbebas dari kanker. Ahli bedah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Dr Sonar Panigoro, SpB, mengatakan perempuan mempunyai risiko lebih tinggi mengidap kanker payudara dibanding laki-laki. Pada beberapa kasus memang terjadi pada laki-laki. Faktor risiko lain adalah usia (perempuan) di atas 35 tahun. Sebenarnya jangan terlalu cemas bila Anda menemukan benjolan pada payudara karena itu bisa berarti tumor jinak atau kista. Bila ukurannya kurang dari 2 sentimeter kemungkinan besar bisa hilang. Jika ukuran lebih besar lagi, 80 persen ukurannya tetap, 10 persen mengecil, dan 10 persen membesar hingga perlu dioperasi. Faktor risiko lain, menurut Sonar, adalah perempuan yang mengalami menstruasi dini (kurang dari 10 tahun) dan usia menopause terlambat (lebih dari 55 tahun). “Karena paparan hormonal lebih panjang dibanding yang normal,” katanya. Tapi seseorang tidak perlu memanipulasi untuk memperlambat datangnya menstruasi dan mempercepat menopause. “Yang penting adalah deteksi dini kanker payudara,” ujarnya. Pemeriksaan dini dan berkala berlaku bagi perempuan yang bukan dan penderita atau bahkan mantan penderita kanker payudara. Pemeriksaan dilakukan dengan ultrasonografi atau mamografi. Setidaknya satu sampai dua tahun sekali bagi yang normal. Bagi mantan penderita, pemeriksaan dilakukan 6 bulan sampai 1 tahun karena penyakit kanker payudara berkaitan dengan hormonal dan bisa berubah dari waktu ke waktu. Menurut Sonar, seseorang bisa mengidap kanker bila memiliki riwayat keluarga dekat yang menderita kanker, pernah mendapatkan pengobatan hormonal dalam waktu lama, dan pernah menderita tumor payudara, khususnya jenis ADH (atypical ductal hyperlasia). Tertarik pengobatan alternatif? Sebelum mencoba, barangkali Anda harus menyimak penelitian di Inggris yang dilakukan terhadap 100 pengidap kanker payudara dalam waktu 5 tahun. Menurut Sonar, dari 100 orang yang menjalani pengobatan medis, 80 orang di antaranya bertahan hidup. Sedangkan yang memilih pengobatan alternatif, hanya 20 orang yang bertahan hidup. Untuk menghindari penyakit kanker, Sonar menjelaskan, tidak ada pantangan khusus. Tapi, “Ada baiknya dikurangi makanan yang mengandung lemak,” katanya. Sebab, zat yang terkandung pada lemak ada kaitannya dengan hormon. Untuk yang mengandung zat antioksidan juga boleh diperbanyak.

Kanker Payudara Bisa Dicegah!

Posted On November 14, 2008

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

KapanLagi.com – Bulan Oktober yang ditetapkan sebagai ‘Bulan Kanker Payudara’ kiranya merupakan saat yang tepat untuk merenungkan dampak dan usaha pencegahan dari penyakit yang banyak ditakuti kaum perempuan itu.

Beberapa tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Namun kini para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, atau paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara. Beberapa usaha untuk meminimalisir resiko terkena kanker payudara bisa dilakukan secara medis maupun alami (terapi alternatif).

Pendekatan dari segi medis adalah :

1. Obat Pencegah Kanker Payudara.

Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi ‘Tamoksifen’, yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.

2. Mastektomi Sebelum Serangan Kanker.

Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.

Pencegahan secara alami meliputi :

1. Berolah Raga Secara Teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan meningkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

2. Kurangi Lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Namun penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya dan bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.

Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin, yang bisa meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak Omega-3 dalam ikan Salmon dan ikan air dingin lainnya.

3. Jangan Memasak Daging Terlalu Matang.

Cara Anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

4. Konsumsi Buah dan Sayuran.

Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, di antaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker.

National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Konsumsi Suplemen Anti-Oksidan.

Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

6. Konsumsi Makanan Berserat.

Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

7. Konsumsi Makanan Yang Mengandung Kedelai / Protein.

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya ‘Tamoksifen’, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.

Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

8. Konsumsi Kacang-Kacangan.

Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

9. Hindari Alkohol.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

10. Kontrol Berat Badan Anda.

Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

11. Hindari Xeno-Estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.

Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).

Tetapi Anda tidak perlu kuatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

12. Berjemur di Bawah Sinar Matahari.

Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan di bawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila Anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, Anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.

13. Jangan Merokok.

14. Berikan ASI Rutin Kepada Anak Anda.

Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

15. Pertimbangkan Sebelum Melakukan HRT.

Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT (Hormone Replacement Therapy / terapi pengganti hormon) sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer’s. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara.

Bicarakan dengan dokter Anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara. Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.

Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup Anda melalui meditasi, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya

‘Stres’ Penyebab Utama Gangguan Usus

Posted On November 14, 2008

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

KapanLagi.com – Sindrom Gangguan Usus (IBS) adalah gangguan kronis sistem pencernaan yang telah lebih banyak diperhatikan dalam beberapa tahun belakangan dan sebanyak 10 – 20 persen orang di negara Barat cocok dengan kriteria diagnosis setiap waktu.

Namun, karena tak ada penyebab atau cara pengobatan yang jelas, IBS tetap sangat sulit dipahami, demikian laporan media massa sebagaimana dikutip kantor berita China, Xinhua.

IBS digambarkan sebagai gangguan ‘fungsional’ karena cara kerja usus terpengaruh tapi tak ada perubahan fisik yang mencolok. Gejala tersebut tak menyenangkan dan beragam dan mungkin meliputi pembengkakan, diare, sembelit, kram dan nyeri perut, katanya.

Mual, sakit kepala, rasa panas di dalam perut dan kehilangan nafsu makan juga mungkin muncul. Penting untuk untuk memperoleh diagnosis tegas IBS dari dokter, terutama untuk mengesampingkan gangguan yang lebih serius.

Jadi, apa yang menyulut kondisi yang tak menyenangkan ini? Penyebab IBS tak diketahui secara pasti, tapi dalam semua faktor yang diduga paling mungkin, termasuk stres, makanan, asupan cairan, pola tidur, olahraga dan infeksi perut sebelumnya, mungkin terlibat, katanya.

Kemunculan IBS biasa di kalangan keluarga yang ditempatkan kembali di China, dan itu nyaris tak mengejutkan; tingkat stres tinggi, kegiatan rutin yang berurat-berakar terganggu dan ketersediaan makanan serta pilihan berubah. Menyadari masalah semacam itu memungkinkan orang melakukan tindakan.

Stres diduga menjadi penyebab paling utama IBS, dan itu mungkin berhubungan dengan jumlah ‘serotonin’ yang dihasilkan oleh usus. ‘Serotonin’ adalah hormon (bahan kimia) yang dikeluarkan oleh tubuh yang dapat memengaruhi emosi, suasana hati pada umumnya, temperatur tubuh dan nafsu makan.

Banyaknya ‘serotonin’ yang dikeluarkan ke dalam usus manusia mungkin mendorong kegiatan secara berlebihan otot dan syaraf di usus, sehingga menghasilkan gejala khas diare, kram dan nyeri.

Penanganan stres adalah langkah penting dalam pengobatan. Perencanaan waktu, komunikasi lebih baik di tempat kerja atau di rumah, pemanfaatan waktu untuk tidur yang layak dan bahkan perubahan pekerjaan, mungkin diperlukan. Mendapatkan bantuan tambahan adalah suatu gagasan yang bagus, misalnya, mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga atau pengemudi.

Teknik untuk mengatasi masalah juga diduga bermanfaat adalah yoga, meditasi, olahraga atau mendengarkan musik. Pijit yang baik sangat bermanfaat dan juga mudah ditemukan di Beijing. Penyuluhan dan fisioterapi adalah pilihan lain yang patut dipertimbangkan.

Dalam bidang yang melibatkan pencernaan, logis untuk menyalahkan makanan, dan dalam beberapa kasus dengan alasan yang bagus. Pola makan yang terganggu dapat menciptakan masalah besar bagi mereka yang rentang terhadap IBS; ketidakteraturan pola makan, makan sambil bergerak atau di bawah tekanan berat, atau mengikuti pola makan yang dibatasi, dapat menambah parah IBS.

Jumlah jenis serta juga dapat penting. Orang yang menderita sembelit mesti berusaha meningkatkan serat serta minum banyak air. Sebaliknya, bagi mereka yang terserang diare dan pembengkakan pengurangan serat dan cairan mungkin bermanfaat.

Minum banyak air penting, sedikitnya 35 mililiter/kilogram berat tubuh per hari dan terlebih lagi jika orang berolahraga. Kafein (pada kopi, teh, kola, coklat) dapat mendorong gerakan usus, sehingga pengurangan mungkin bermanfaat bagi mereka yang menderita diare. Sebaliknya orang yang mengalami sembelit kronis mungkin memperoleh manfaat mulai dari konsumsi kopi kental sampai memulai kegiatan.

Sebagian gula tiruan di dalam produk ‘makanan’ seperti ‘sorbitol’ atau ‘xylitol’, memiliki dampak pencahar, sehingga jika orang melahap banyak soda diet sambil mengunyah permen karet bebas gula, orang mungkin ingin menyesuaikannya. Makanan berminyak dan pedas dapat menjadi masalah buat sebagian orang.

Ketidakcocokan pada makanan khusus mungkin memainkan peran, tapi penting untuk mengidentifikasi semua itu secara layak dengan bantuan seorang dokter atau ahli makanan sebelum menghilangkan banyak jenis makanan dari menu seseorang.

Yang paling dicurigai ialah ketidakcocokan pada lactosa (kesulitan dalam mencerna produk susu) dan ketidakcocokan terhadap gandum. Semua itu dapat membentuk diagnosis independen atau menjadi satu faktor dalam IBS. Pengobatan dalam bentuk pencahar, penghilang sakit, ‘anti-spasmodics’ dan bahkan ‘anti-depressants’ juga mungkin diperlukan tapi penting untuk membahas semua itu dengan dokter.

Khawatir Bisa Jadi Sumber Penyakit

Posted On November 14, 2008

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

KapanLagi.com – Apakah Anda ingin membuat kesehatan gusi Anda memburuk? Begitu juga dengan jantung Anda, dan Anda jadi mudah terserang penyakit mulai dari demam biasa hingga kanker? Kalau memang begitu mulailah khawatir terhadap kesehatan Anda!

Itulah jawaban menurut karangan kajian dalam majalah Perhimpunan Sains Psikologi, Oberserver. Tulisan tersebut mengungkap hasil penelitian baru lintas disiplin ilmu psikologi, obat, ilmu syaraf dan genetika, bahwa mekanisme yang menambah kuat stress dengan cepat dapat dipahami.

Bukti yang bertambah banyak memperlihatkan kepekaan kita pada stress saat dewasa sudah “tertata” pada masa kecil, demikian isi artikel kajian tersebut.

Secara khusus, jumlah stress yang dialami pada masa kanak-kanak membuat peka satu organisme hingga tingkat tertentu kesengsaraan. Tingginya tingkat stress pada masa kanak-kanak mungkin menghasilkan kondisi yang sangat peka terhadap stress dalam kehidupan selanjutnya, serta depresi saat dewasa.

Kejadiannya seperti timbulnya kesusahan yang kronis, misalnya konflik besar, kehilangan barang, peristiwa itu mungkin menimbulkan kenangan mengenai kejadian serupa pada masa depan, dan tubuh mereka harus segera menyesuaikan diri.

Menurut penelitian tersebut, sebagian orang dan juga hewan, lebih rentan terhadap stress. Satu studi pada 2007 mendapati bahwa tikus yang cenderung menghadapi stress menghasilkan terlalu banyak protein tertentu, yang tampaknya membuat mereka bereaksi berlebihan.

Selain sakit jantung, gangguan stress pasca-trauma dan depresi, stress kronis telah berkaitan dengan berbagai penyakit seperti gangguan usus, sakit gusi, disfungsi ereksi, gangguan pertumbuhan dan bahkan kanker.

Satu studi menemukan bahwa orang yang mengalami banyak stress di tempat kerja lebih mungkin untuk terserang diabetes Jenis 2.

Penelitian baru-baru ini juga memperlihatkan bahwa hormon stress dapat mengakibatkan gangguan kulit seperti psoriasis dan eksim. Peningkat hormon stress secara kronis telah terbukti meningkatkan pertumbuhan sel-sel pra-kanker dan tumor. Hormon itu juga menurunkan daya tahan tubuh terhadap HIV dan virus penyebab kanker seperti virus papilloma (pendahulu kanker tengkuk pada perempuan).

Waspadai Gejala Stroke di Usia Produktif

Posted On November 14, 2008

Filed under kesehatan

Comments Dropped leave a response

KapanLagi.com – Stroke merupakan satu di antara tiga penyakit penyebab kematian terbesar di dunia dan menduduki peringkat kedua setelah jantung dan kanker. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan utama, terutama pada golongan usia produktif.

Dengan mengetahui gejalanya, masyarakat bisa langsung membawa penderita ke rumah sakit begitu mendapati gejala seperti stroke.

Salah satu gejalanya adalah bila ada salah satu terjadi nyeri kepala sangat hebat dengan karakter tidak lazim, atau kejang yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, anggap saja itu sebagai gejala stroke dan segera larikan ke rumah sakit.

Kesembuhan stroke ditentukan oleh penanganan yang cepat, tepat, dan akurat akan meminimalisasi kecacatan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, keberadaan unit stroke di rumah sakit tak lagi sekedar pelengkap tapi sudah menjadi suatu keharusan. Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit.

Stroke merupakan cedera pembuluh darah otak yang berlangsung dengan tiba-tiba. Cedera tersebut berupa sumbatan atau pecah pembuluh darah. Efek yang terjadi akan sama, yakni kematian daerah otak yang mendapat suplai darah dari pembuluh darah yang cedera.

Bila sumbatan mengalami perbaikan segera disebut transient iskemic attac (TIA) atau serangan stroke sesaat. Pada TIA gejala stroke akan mengalami perbaikan sempurna, namun itu juga merupakan peringatan adanya stroke yang lebih berat.

“Gejala stroke tergantung daerah mana yang terkena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sebab di tiap-tiap daerah di otak memiliki fungsi tersendiri. Bahkan 2/3 tanpa didahului peringatan apa pun, dan 1/3 memperlihatkan tanda-tanda peringatan.

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan faktor risiko stroke, di antaranya, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung.

Sedangkan keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah obesitas, merokok, dan kurangnya olahraga. Apalagi zaman sekarang stroke tak menyerang orang tua saja, tapi juga kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke, terutama yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Dianjurkan juga untuk mengurangi rokok, melakukan olahraga teratur, menghindari alkohol serta stres yang berlebihan dengan selalu istirahat yang cukup.

Lakukan pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal lalu medical check up secara rutin serta berkala, dan pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Selain itu, Ada empat upaya yang harus dilakukan bagi penderita stroke atau yang belum mengalaminya, yakni pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan promotif.

Jadi, jangan main-main. waspadai gejala stroke di usia produktif dan segera bertindak jika gejala itu terjadi.

Next Page »